Kunci Sukses Menuntut Ilmu Menurut Abuya Sayyid Muhammad
Pelajari rahasia sukses menuntut ilmu agar melekat, barokah, dan bermanfaat melalui banyak membaca, berkhidmat, serta ridho guru.

“Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan cara banyak membaca dan barokahnya dapat diraih dengan cara berkhidmat, sedangkan manfaatnya tergantung ridho dan restu guru.
— Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki Dalam proses menuntut ilmu, kita sering kali hanya fokus p
Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan cara banyak membaca dan barokahnya dapat diraih dengan cara berkhidmat, sedangkan manfaatnya tergantung ridho dan restu guru.
Dalam proses menuntut ilmu, kita sering kali hanya fokus pada seberapa banyak buku yang kita baca, seberapa lama waktu menghafal, atau seberapa canggih metode belajar yang kita gunakan. Kita merasa kecerdasan intelektual saja sudah cukup untuk menguasai segalanya dalam kehidupan sehari-hari.
Dawuh dari ulama besar tanah Haram, Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, ini membongkar rahasia sukses belajar yang jauh lebih esensial bagi setiap pencari ilmu. Beliau membagi ilmu ke dalam tiga dimensi penting yang perlu dipahami secara mendalam, yaitu melekat, barokah, dan bermanfaat.
Ilmu mungkin bisa menempel di kepala lewat ketekunan membaca dan belajar yang konsisten setiap hari. Namun, ilmu itu tidak akan mendatangkan kebaikan yang luas jika tidak ada barokah yang menyertainya dalam proses pembelajaran tersebut.
Barokah tersebut hanya bisa diraih melalui khidmat, yakni ketulusan dalam mengabdi, menghormati, serta merendahkan hati kepada orang yang mengajarkannya. Sikap tawaduk kepada guru menjadi fondasi utama dalam menerima setiap pelajaran yang disampaikan.
Puncak dari segalanya adalah keridaan dan restu dari seorang guru yang membimbing kita. Doa dan restu guru yang tulus kepada muridnya adalah jembatan yang membuat ilmu sekecil apa pun mendadak menjadi sangat bermanfaat bagi sesama.
Ilmu yang bermanfaat akan menerangi jalan hidup, serta membawa keselamatan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan pendidik yang telah membagikan pengetahuannya.
Sebab kecerdasan tanpa adab kepada guru ibarat pohon tanpa akar yang terlihat tinggi namun rapuh. Pohon tersebut tidak akan pernah berbuah manis karena tidak memiliki fondasi yang kokoh untuk menopang kehidupannya.
Refleksi ini mengajak kita untuk kembali merenungkan sejauh mana kita telah menghargai proses belajar dan menghormati para guru. Keseimbangan antara usaha intelektual dan keluhuran adab adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan yang hakiki.
Mari terus memperbaiki niat dan perilaku kita dalam setiap langkah mencari ilmu pengetahuan. Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan untuk memperoleh ilmu yang melekat, barokah, serta mendapatkan ridho dari guru.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram



