⚡ TERBARU
Quote

Kewajiban Seorang Muslim dalam Menjalani Takdir Allah

Sebagai seorang muslim, kita memiliki dua kewajiban utama yaitu melakukan perintah Allah dan menerima segala takdir-Nya dengan ikhlas.

2 dibaca 0 dibagikan 2 menit baca
Ilustrasi kajian Islam mengenai kewajiban seorang muslim dan takdir
“

Sebagai seorang muslim, kita punya dua kewajiban. Pertama, melakukan perintah Allah. Kedua, menerima takdir Allah. Entah ketika kita sholat jadi sehat atau susah, kita harus menerima takdir dari Allah.

— KH. Muhammad Najih Maimoen Dalam menjalani kehidupan, terkadang kita terlalu sibuk memikirkan hasil

Sebagai seorang muslim, kita punya dua kewajiban. Pertama, melakukan perintah Allah. Kedua, menerima takdir Allah. Entah ketika kita sholat jadi sehat atau susah, kita harus menerima takdir dari Allah.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terlalu sibuk memikirkan hasil akhir dari setiap ibadah serta ikhtiar yang sudah dikerjakan. Harapan yang muncul biasanya adalah kehidupan yang menjadi lebih mudah, urusan yang dilancarkan, serta segala keinginan yang segera dikabulkan setelah seseorang rajin beribadah.

Padahal, hakikat tugas seorang hamba di dunia ini bukanlah mengatur bagaimana Allah memberikan hasil kepada hamba-Nya. Tugas utama kita adalah berusaha menaati segala perintah-Nya dan menerima dengan lapang dada apa pun bentuk ketetapan yang diberikan.

Contoh nyata dalam kehidupan adalah kewajiban mendirikan salat yang harus tetap ditunaikan meskipun situasi hidup sedang terasa sulit. Kita juga tetap dituntut untuk berbuat baik kepada sesama meskipun belum mendapatkan balasan atau apresiasi yang diharapkan.

Ketaatan kepada Allah SWT sejatinya bukan sekadar sarana untuk mendapatkan kemudahan hidup di dunia semata. Ketaatan tersebut merupakan wujud nyata dari penghambaan diri kita secara penuh kepada Sang Pencipta.

Menerima takdir yang telah digariskan bukanlah sebuah bentuk keputusasaan atau sikap berhenti berusaha. Mengikhlaskan ketetapan-Nya tetap harus diiringi dengan ikhtiar, doa yang istikamah, serta usaha untuk terus memperbaiki diri.

Namun, ketika hasil yang didapatkan ternyata tidak sesuai dengan harapan awal, di sinilah proses belajar menerima diuji. Kita menyadari bahwa tidak semua hal di dunia ini berada di dalam kendali penuh manusia.

Menunaikan kewajiban sebagai hamba berarti tetap konsisten menjalankan perintah-Nya sekaligus belajar menerima setiap ketetapan Allah dengan hati yang tenang. Jangan sampai kualitas ketaatan kita menjadi ukuran musiman yang hanya bertahan saat hidup terasa mudah.

Ketika ujian hidup datang menerpa, ketaatan tersebut sering kali diuji apakah tetap kokoh atau justru melemah. Sikap mental yang tangguh akan membantu seorang muslim untuk senantiasa istikamah dalam kondisi apa pun yang dihadapinya.

Refleksi ini mengingatkan bahwa fokus utama manusia adalah proses ketaatan dan ikhtiar yang maksimal. Urusan hasil akhir sepenuhnya merupakan hak prerogatif Allah yang harus diterima dengan penuh rasa syukur.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram

PROFIL PENULIS

Dawuh Guru

Kontributor Penerbit Dawuh Guru.