⚡ TERBARU
Quote

Pesan Pernikahan Prof KH Abdul Ghofur: Utamakan Akhlak

Dawuh Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur mengingatkan pentingnya mengutamakan akhlak dibanding fisik dan harta saat memilih pasangan hidup untuk keturunan yang baik.

3 dibaca 0 dibagikan 2 menit baca
Ilustrasi nasihat pernikahan mengenai pentingnya akhlak oleh ulama
“

Kalau mau menikah jangan hanya melihat kecantikan atau ketampanan, dan seberapa banyak hartanya. Tapi lihatlah akhlaqnya. Sebab kalau akhlaknya baik maka keturunannya juga akan menjadi baik.

— Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur Dalam merencanakan sebuah pernikahan, manusia sering kali terjebak pada s

Kalau mau menikah jangan hanya melihat kecantikan atau ketampanan, dan seberapa banyak hartanya. Tapi lihatlah akhlaqnya. Sebab kalau akhlaknya baik maka keturunannya juga akan menjadi baik.

Dalam merencanakan sebuah ikatan pernikahan, manusia sering kali terjebak pada standar duniawi yang tampak kasat mata. Kita begitu selektif menilai paras yang rupawan, kenyamanan materi, atau seberapa banyak harta yang ia miliki. Seolah-olah, semua kemewahan lahiriah tersebut adalah jaminan utama bagi kebahagiaan hidup berumah tangga.

Pandangan tersebut diingatkan kembali oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur. Beliau mengembalikan fokus kita pada fondasi yang paling hakiki dalam membangun rumah tangga, yaitu akhlak.

Kecantikan dan ketampanan fisik seseorang lambat laun pasti akan memudar seiring berjalannya usia. Begitu pula dengan harta benda yang sifatnya sementara, bisa datang dan pergi kapan saja tanpa bisa diprediksi.

Sebaliknya, akhlak yang mulia dan pegangan agama yang kokoh adalah benteng yang abadi. Nilai-nilai luhur inilah yang akan terus menghidupkan suasana rumah tangga dalam menghadapi berbagai suka maupun duka kehidupan.

Pasangan yang memiliki akhlak terpuji akan tahu persis bagaimana cara memperlakukan dan memuliakan pasangannya. Mereka mampu bersabar dalam situasi sulit dan membersamai dengan penuh rasa tanggung jawab di hadapan Allah SWT.

Lebih dari sekadar keharmonisan suami istri di masa kini, akhlak adalah bentuk warisan terbaik bagi keturunan kita kelak. Anak-anak yang lahir dari rahim orang tua berakhlak mulia tentu akan mendapatkan teladan langsung dalam keseharian.

Ketika orang tua hidup dengan budi pekerti yang luhur, keturunan yang dibesarkan di dalamnya akan menyerap ketulusan tersebut. Mereka diproyeksikan tumbuh menjadi generasi yang saleh dan membawa keberkahan hingga akhir hayat.

Sikap bijak dalam menilai calon pendamping ini menjadi pengingat penting agar tidak salah arah dalam menentukan pilihan hidup. Ukuran kebahagiaan jangka panjang tidak terletak pada apa yang tampak gemerlap di permukaan saja.

Menikah bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan formal, melainkan perjalanan panjang ibadah yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual. Oleh karena itu, ketelitian dalam meneliti rekam jejak budi pekerti seseorang menjadi hal yang sangat krusial.

Pesan dan dawuh dari ulama kharismatik ini patut direnungkan oleh siapapun yang sedang bersiap melangkah menuju gerbang pernikahan. Menjadikan budi pekerti sebagai pertimbangan utama akan menyelamatkan biduk rumah tangga dari kerapuhan nilai.

Semoga setiap langkah dalam merencanakan masa depan selalu dilandasi dengan pandangan yang jernih dan sesuai dengan tuntunan agama. Utamakan apa yang abadi agar kehidupan keluarga senantiasa dinaungi keberkahan yang luas.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram

PROFIL PENULIS

Dawuh Guru

Kontributor Penerbit Dawuh Guru.