⚡ TERBARU
Quote

Gus Baha: Anak Muda Bingung Masa Depan Itu Wajar dan Manusiawi

Anak muda wajar bingung soal masa depan, asalkan tidak lupa bersyukur dan bersujud. Simak pesan bijak KH. Ahmad Bahauddin Nursalim.

6 dibaca 0 dibagikan 3 menit baca
Ilustrasi anak muda merenungkan masa depan dengan tenang
“

Anak muda itu tidak apa-apa sesekali bingung soal masa depan, itu manusiawi. Tapi jangan sampai kebingungan itu membuat kita lupa bersyukur dan lupa sujud. Selama kita masih bisa salat, dunia dan isinya itu sebenarnya kecil.

Anak muda itu tidak apa-apa sesekali bingung soal masa depan, itu manusiawi. Tapi jangan sampai kebingungan itu membuat kita lupa bersyukur dan lupa sujud. Selama kita masih bisa salat, dunia dan isinya itu sebenarnya kecil.

Masa muda seringkali diidentikkan dengan berbagai pertanyaan besar yang menghantui pikiran. Mulai dari urusan karier, pencarian jodoh, hingga ke mana arah hidup akan berlabuh. Perasaan bingung serta cemas terhadap apa yang akan terjadi di masa depan adalah hal yang sangat wajar dialami. Hampir setiap orang pasti pernah melewati fase pencarian jati diri yang penuh dengan tanda tanya ini.

Pesan dan nasihat tersebut hadir untuk mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam rasa cemas yang berlebihan. Kebingungan yang melanda seharusnya tidak lantas membuat kita melupakan nikmat yang ada. Rasa syukur harus tetap dijaga dalam kondisi apapun, termasuk ketika pikiran sedang dipenuhi oleh ketidakpastian. Selain itu, hubungan dengan Sang Pencipta melalui sujud juga tidak boleh sampai terabaikan.

Selama manusia masih diberikan kesempatan untuk mendirikan salat, persoalan dunia sebenarnya tidak ada apa-apanya. Dunia beserta seluruh isinya terlihat begitu kecil jika dibandingkan dengan kebesaran Allah SWT. Salat menjadi sarana utama bagi seorang hamba untuk kembali mengingat Sang Pemberi Kehidupan. Dari sinilah sumber ketenangan yang sesungguhnya bisa dirasakan oleh setiap jiwa yang gelisah.

Sujud di dalam salat diposisikan sebagai tempat terbaik untuk mencurahkan segala isi hati. Ketika menghadapi kegelisahan yang menumpuk, mengadu kepada Allah adalah langkah paling tepat. Tempat sujud menyimpan kedamaian tersendiri bagi siapa saja yang datang dengan kerendahan hati. Di situlah tempat memohon petunjuk agar diberikan jalan keluar dari setiap kebuntuan.

Pengingat ini sekaligus menjadi penyeimbang di tengah kerasnya dinamika kehidupan anak muda. Hati yang senantiasa mendekat kepada Allah dipastikan akan lebih tenang dalam melangkah. Ketidakpastian masa depan tidak lagi menjadi beban yang menakutkan ketika sandaran hidup sudah tepat. Kedekatan spiritual mampu meredam ketakutan berlebihan terhadap hari esok yang belum terjadi.

Fase pencarian dalam usia muda adalah proses pendewasaan yang harus dilalui oleh setiap insan. Menghadapinya dengan kepala dingin serta hati yang senantiasa bersyukur adalah kunci utamanya. Jangan sampai energi habis hanya untuk meratapi hal-hal yang belum tentu terjadi. Fokus pada saat ini dengan tetap menjaga ibadah jauh lebih menenangkan jiwa.

Kebingungan hendaknya diubah menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri. Setiap pertanyaan tentang masa depan pada akhirnya akan terjawab seiring berjalannya waktu dan usaha yang diiringi doa. Kesabaran dalam menjalani proses menjadi penentu bagaimana seseorang menghadapi setiap persoalan. Ketenangan batin lahir dari keyakinan bahwa segala urusan telah diatur dengan sebaik-baiknya.

Pesan mendalam ini mengajak siapa saja yang sedang merasa bimbang untuk kembali merenungkan prioritas hidup. Dunia dengan segala gemerlap dan masalahnya tidak sebanding dengan nikmatnya ketaatan. Ketika sujud masih bisa dilakukan, maka tidak ada alasan untuk merasa putus asa. Harapan selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau terus berusaha dan berdoa.

Refleksi akhir dari nasihat tersebut menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan Sang Pencipta. Segala kerumitan dunia dan masa depan akan terasa lebih ringan saat dihadapi bersama-Nya. Mari jadikan setiap rasa bingung sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, langkah kaki di masa muda akan terasa lebih mantap dan penuh keberkahan.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram

PROFIL PENULIS

Dawuh Guru

Kontributor Penerbit Dawuh Guru.