Biografi KH Abdul Hamid Pasuruan Sang Wali Tersembunyi
Menelusuri biografi KH Abdul Hamid Pasuruan Sang Wali yang Tersembunyi karya Ali Adhim terbitan Penerbit Dawuh Guru.

“Pemesanan komen "mau" atau klik link di bio @penerbitdawuhguru Judul: Sang Wali yang Tersembunyi: Biografi KH Abdul Hamid Pasuruan Penulis: Ali Adhim Soft Cover | x + 115 hlm; 13 x 19 cm ISBN : 978-634-96464-5-1 Terbit : Cetakan pertama, September 2025 Penerbit : Dawuh Guru Kemanusiaan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama, suku, atau keyakinan.
Pemesanan komen "mau" atau klik link di bio @penerbitdawuhguru Judul: Sang Wali yang Tersembunyi: Biografi KH Abdul Hamid Pasuruan Penulis: Ali Adhim Soft Cover | x + 115 hlm; 13 x 19 cm ISBN : 978-634-96464-5-1 Terbit : Cetakan pertama, September 2025 Penerbit : Dawuh Guru Kemanusiaan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama, suku, atau keyakinan.
Penerbit Dawuh Guru menghadirkan sebuah karya literasi terbaru yang mengupas sisi kehidupan seorang ulama melalui buku bertajuk Sang Wali yang Tersembunyi: Biografi KH Abdul Hamid Pasuruan. Buku ini ditulis oleh Ali Adhim dengan format soft cover yang memiliki ketebalan sepuluh halaman pendahuluan dan seratus lima belas halaman isi. Dimensi buku ini tercatat seluas tiga belas kali sembilan belas sentimeter serta memiliki nomor ISBN yang tercatat secara resmi.
Kehadiran cetakan pertama dari buku biografi ini diterbitkan pada bulan September tahun 2025 oleh Penerbit Dawuh Guru. Melalui karya tulis ini, pembaca diajak untuk menyelami perjalanan hidup serta keteladanan yang ditinggalkan oleh sosok KH Abdul Hamid Pasuruan. Buku ini tidak hanya sekadar mengisahkan riwayat hidup, tetapi juga merekam nilai-nilai luhur yang senantiasa dijunjung tinggi oleh sang ulama dalam kesehariannya.
Selain menyajikan kisah hidup ulama, sumber informasi ini juga menegaskan pandangan penting mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Disebutkan dengan jelas bahwa kemanusiaan yang sejati tidak seharusnya dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan agama, suku, maupun keyakinan yang beragam. Prinsip ini menjadi fondasi utama dalam merajut kehidupan bersama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemikiran tersebut diperkuat dengan merujuk pada teladan yang pernah diajarkan oleh Gus Dur mengenai cara pandang dalam menyikapi keragaman. Dalam ajaran tersebut, menghormati sesama manusia tidak pernah diartikan sebagai kewajiban untuk harus selalu sepakat dalam segala hal. Yang terpenting adalah kemampuan seseorang untuk tetap bersikap adil meskipun dihadapkan pada kenyataan yang berbeda.
Sikap adil dan keberpihakan pada kebenaran ditekankan tidak perlu menunggu adanya kesamaan latar belakang antara pihak yang membela dan yang dibela. Kemanusiaan menuntut setiap individu untuk berani membela kebenaran secara objektif tanpa memandang dari kelompok mana pihak tersebut berasal. Hal ini mencerminkan keluhuran moral yang melampaui batasan kelompok sempit.
Pesan moral yang disampaikan dalam sumber juga mengingatkan agar setiap orang tidak terjebak dalam kesibukan menjaga perbedaan yang ada. Terkadang, manusia terlalu fokus mengotak-ngotakkan diri sehingga lupa bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. Kesadaran ini menjadi pengingat penting bagi siapa saja yang ingin merawat kedamaian sosial.
Buku Sang Wali yang Tersembunyi: Biografi KH Abdul Hamid Pasuruan karya Ali Adhim ini dapat segera dipesan melalui instruksi komentar atau tautan yang tersedia di profil penerbit. Kehadiran literasi ini diharapkan mampu memberikan pencerahan serta memperkaya wawasan pembaca mengenai keteladanan para ulama Nusantara. Setiap halaman buku ini dirancang untuk memberikan inspirasi yang menyejukkan hati.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan dawuh ulama, kisah inspiratif, dan nasihat harian, disarankan untuk mengikuti akun media sosial resmi penerbit. Berbagai konten bermutu disajikan secara berkala untuk menjaga kedekatan pembaca dengan nilai-nilai kebijaksanaan lokal dan keislaman yang moderat. Langkah kecil ini diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak orang untuk saling menghargai.
Penyebaran pesan-pesan kebaikan mengenai penghormatan antar sesama manusia menjadi salah satu fokus utama dari penerbitan karya ini. Melalui pembagian informasi kepada orang-orang terdekat, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk mengedepankan keadilan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Kemanusiaan yang inklusif adalah kunci utama keharmonisan bersama.
Secara keseluruhan, catatan dari Penerbit Dawuh Guru ini merangkum esensi penting tentang bagaimana manusia seharusnya memperlakukan sesamanya dengan penuh kemuliaan. Buku biografi KH Abdul Hamid Pasuruan hadir sebagai medium untuk menyampaikan pesan-pesan luhur tersebut kepada khalayak luas. Catatan ini sekaligus menjadi pengingat abadi tentang pentingnya merawat nilai kemanusiaan tanpa batas.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram



