Wahai Penunut Ilmu, Jagalah Waktumu

Sepatutnya bagi para penuntut ilmu memiliki manajemen waktu yang baik dalam belajar agar bisa maksimal dalam memperoleh ilmu. Terlebih pada masa-masa remaja, di usia dini dan ketika masih sehat, pergunakanlah kesempatan yang mahal ini untuk meraih derajat ilmu yang tinggi. Masa muda merupakan masa terkonsentrasinya hati dan pikiran. Belum banyak kesibukan disebabkan oleh tuntutan hidup dan kepemimpinan. Selain itu, masih ringan beban dan tanggungan keluarga.

Dalam kitab “Hilyah Thalibil ‘Ilmi” Pasal Kelima dijelaskan bahwa: “Jagalah waktu dengan sungguh-sungguh dan penuh kesungguhan, selalu belajar, bersama guru, dan sibuk dengan ilmu baik dengan membaca, membacakan, mengkaji, menghayati, menghafal, dan mencari ilmu”.

Mengutip perkataan Usamah bin Munqidz, beliau berkata dalam sya’irnya:

مَعَ الثَّمَانِيْنَ عَاثَ الضَّعْفُ فِي جَسَدِيْ
وَسَاءَنِيْ ضَعْفُ رِجْلِيْ وَاضْطِرَابُ يَدِيْ
إِذَا كَتَبْتُ فَخَطِّيْ خَطُّ مُضْطَرِبٍ
كَخَطِّ مُرْتَعِشِ الْكَفَّيْنِ مُرْتَعِدِ
فَاعْجَبْ لِضَعْفِ يَدِيْ عَنْ حَمْلِهَا قَلَمَا

Seiring usia depalan puluh, kelemahan menjalari tubuhku.
Lemah kakiku dan gemetar tanganku benar-benar mengsalkanku.
Ketika menulis, tulisanku berkeok-kelok
Seperti tulisan orang yang tangannya selalu gemetaran.
Sungguh heran, betapa lemah tanganku hanya sekedar mengangkat pena.

Dari sya’ir Usamah bin Munqidz di atas mengandung makna tersirat bahwa jangan terbiasa menunda-nunda. Bersegeralah untuk mengerjakan sesuatu, jangan menunggu hingga begini, setelah selesainya pekerjaan ini, dan seterusnya.

Agar bisa maksimal dalam belajar, para penuntut ilmu bisa menerapkan tiga manajemen berikut ini:

1.Manajemen Waktu

Yang dimaksud manajemen waktu di sini ialah para penuntut ilmu harus pandai dalam mengatur waktu. Mengatur waktu untuk belajar, bermain, membantu orang tua, berorganisasi, dan lain sebagainya. Serta jangan suka menunda-nunda pekerjaan.

2. Manajemen Prioritas

Ketika kita disibukkan dengan berbagai tugas, maka pilihlah tugas yang harus segera dikerjakan. Ambillah kegiatan yang paling penting yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Jangan hanya mengikuti organisasi yang justru membuang-buang waktu belajar kita.

3. Manajemen Taqarrub Ilallah

Selaian disibukkan dengan mencari ilmu, selayaknya para penuntut ilmu juga harus diimbangi dengan beribadah/mendekatkan diri kepada Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui. Jangan sampai lalai dalam beribadah.

Jika ketiga manajemen tersebut dilakukan dengan disiplin, Insya Allah jadwal belajar kita akan lebih baik dan teratur, lebih fokus pada tujuan, meraih ridho Allah SWT, serta memiliki motivasi dan semangat yang tinggi dalam bidang ilmu.

Wallahu A’lam Bish-showaab…

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *