Tanggapan Gus Muwafiq Terhadap Pernyataan Ustadz Evie

Oleh: Ali Adhim

Siapakah Ustadz Evie? Ust. Gaul Bandung yang bernama asli Ustadz Evie Effendi Evie Effendi ini adalah seorang penceramah Bandung. Sekilas tak tampak seperti ustadz, gayanya nyentrik, penampilan memakai kupluk, dan gaya bicaranya gaul, nyunda. Dengan gaya tersebut ia mudah diterima oleh kalangan remaja dan pemuda.

Seperti pengakuannya dalam salah satu tausiahya, sebelum terjun ke dunia dakwah, Ustadz Evie Effendi menjelaskan bahwa awal awalnya, ia merasakan resah, gelisah, gundah gulana yang tak terjawab. Lalu dengan ijin Allah, ia diberikan secercah kesadaran bahwa ketenangan dalam hidup bukan dari materi.

Ustadz ini pernah pesantren namun tidak lama, sehingga tidak pernah tamat. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan pekerjaan. Ustadz Evie memulai dakwahnya di jalan atau Dakwah On The Street. Setelah beliau berhijrah dari pekerjaan yang telah dijalaninya selama 12 tahun, yakni meracik 105 warna diracik menjadi celana jeans dengan label merk merek terkenal.

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati. “Jangan lupa bahagia” itulah kata yang selalu Ustadz Evie Effendi sampaikan dalam setiap ceramahnya.

Pria kelahiran Bandung 19 Januari 1976 ini rutin mengisi acara di Mutiara Pagi Hits Radio 103.9 FM Bandung, menjadi pembicara di Damai Indonesiaku TV One, menjadi host di Risalah hati Net TV biro Jabar, serta pernah mengisi acara Islam Itu Indah Trans TV.[1]

Salah satu pesan Ustadz Evie Effendi yang seperti pantun:

Dakwah itu mengajak, bukan mengejek

Dakwah itu merangkul, bukan memukul

Dakwah itu mengilhami, bukan menghakimi

Dakwah itu memberi solusi, bukan ber’aksi, apalagi berselfie

Dakwah itu beraksi, bukan berdiam diri

Menurut Oris Riswan, salah satu Jurnalis OkeZone.com, pada hari Senin 13 Agustus 2018[2], ustaz gaul itu menjadi sorotan publik. Pasalnya, tersandung masalah akibat salah satu ceramahnya yang menyebut Nabi Muhammad SAW sempat tersesat.

“Setiap orang itu sesat awalnya, Muhammad termasuk. Maka, kalau ada yang muludan (memperingati Maulid), ini memperingati apa ini? Memperingati kesesatan Muhammad. Ustadz wawanianan (kok berani) nyebut Muhammad sesat? Da keur orok mah kabeh ge teunyaho nanaon atuh,” demikian pernyataan Ustaz Evie yang kemudian menjadi viral.

Dalam berita itu dikatakan bahwa Ustadz Evie sudah menyampaikan klarifikasinya. Ia mengunggah video pernyataan permohonan maaf melalui akun Youtube-nya, Evie Effendi Official, pada 8 Agustus 2018, yang berisi sebagai berikut:

“Saya Evie Effendi, manusia biasa yang saya nyatakan saya bersalah karena di satu ceramah saya, saya menyatakan Muhammad sebelum diangkat jadi nabi tersesat, tapi maksudnya bukan itu. Kalaupun itu sudah dianggap pernyataan sudah publish, mohon maaf atas kesalahan saya dengan pernyataan itu. Kepada seluruh ormas Islam, FPI, Muhammadiyah, Persis, Nahdlatul Ulama, salafus saleh, atau apapun ormas Islam. Atas nama pribadi, saya mohon maaf,”

Meski sudah meminta maaf, ternyata ada pihak yang memperkarakan masalah tersebut. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) melaporkan Ustaz Evie ke Polda Jawa Barat pada 11 Agustus lalu. Ia dilaporkan dengan dugaan pelanggaran UU ITE. Nomor laporannya adalah LPB/769/VII/2018/JABAR. Pelapornya adalah atas nama Hasan Malawi.

Mengetahui hal itu, KH Ahmad Muwafiq atau kerap dikenal Gus Muwafiq mengaku tak kaget dengan sikap Evie yang menyepelekan Nabi Muhammad SAW dengan menyebut Nabi sebagai orang yang tersesat. Menurut kiai asal Yogyakarta ini, pandangan demikian memang jamak ditemukan dari cara pandang kelompok penganut faham Wahabi.

Ahmad Rozali dalam Nu Online mengutip pernyataan Gus Muwafiq, “Kita NU jangan kaget dengan cara ustadz Evie, karena memang seperti itulah cara Wahabi memandang Nabi dan membaca Alquran,”

Menurut Gus Muwafiq, Berbeda dengan cara pandang kaum Nahdliyin yang sangat menghormati Rasulullah SAW beserta keluarganya, kelompok wahabi justru memandang nabi Muhammad SAW sebagai manusia biasa.

Gus Muwafiq mengatakan, “Bagi mereka Nabi Muhammad itu manusia biasa sebelum menerima wahyu dan meninggal sebagai manusia biasa, sebab wahyu terakhir turun sewaktu haji wada’. Maka menurut mereka makam Nabi yang di Madinah itu kuburan manusia biasa yang gak masalah kalau mau dibongkar,”

Selain mendapat tanggapan dari Gus Muwafiq, Rais Syuriyah PCINU Australia dan New Zealand Nadirsyah Hosen juga membantah pernyataan Evie. Pernyataan Evie yang mengartikan bahwa kata dhallan bermakna sesat dibantah Gus Nadir dengan sejumlah tafsir, yang diantaranya adalah Tafsir at-Thabari mengutip penjelasan as-Suddi, Ibn Katsir, dan Sayid Quthb dalam kitab tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an.[3]

[1] Muhamad Nurdin Fathurrohman, dalam https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2017/08/biografi-ustadz-evie-effendi-ust-gaul-bandung.html, diakses 4 Maret 2019

[2] Selengkapnya ada di https://news.okezone.com/read/2018/08/13/525/1935903/ustaz-evie-effendi-dilaporkan-ke-polda-jabar-didemo-hingga-akan-diadukan-ke-mui, diakses 4 Maret 2019

[3] Ahmad Rozali dalam http://www.nu.or.id/post/read/94197/gus-muwafiq-jangan-kaget-dengan-pernyataan-ustadz-evie, diakses 4 Maret 2019

Share:

Dawuh Guru

Merawat Tradisi, Membangun Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.