Seni Memperbaiki Hidup dengan Sholat Bersama Penerbit
Pesan penting mengenai sholat, ibadah, serta buku terbaru terbitan Penerbit Dawuh Guru karya Mevlevi Rumi.

“Pemesanan komen "mau" atau klik link di bio @penerbitdawuhguru Judul: Seni Memperbaiki Hidup dengan Sholat Penulis: Mevlevi Rumi Soft Cover | x + 140 hlm; 13 x 19 cm ISBN : Proses Terbit : Cetakan pertama, April 2026 Penerbit : Dawuh Guru Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa memenuhi tujuan utama kita hidup, yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Pemesanan komen "mau" atau klik link di bio @penerbitdawuhguru Judul: Seni Memperbaiki Hidup dengan Sholat Penulis: Mevlevi Rumi Soft Cover | x + 140 hlm; 13 x 19 cm ISBN : Proses Terbit : Cetakan pertama, April 2026 Penerbit : Dawuh Guru Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa memenuhi tujuan utama kita hidup, yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Pesan tersebut mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam kesibukan duniawi yang melalaikan. Setiap manusia sering kali fokus mengejar urusan dunia hingga mengabaikan kewajiban yang sesungguhnya. Padahal, tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah.
Sholat diposisikan bukan sekadar sebuah kewajiban harian yang gugur begitu saja. Ibadah ini merupakan wujud nyata ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Selain itu, sholat juga menjadi sarana mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat.
Melalui ibadah ini, manusia diingatkan bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara. Tidak ada yang abadi, dan setiap jiwa pasti akan menemui batas waktunya. Oleh karena itu, kesadaran akan kematian seharusnya mendorong seseorang untuk terus mendekatkan diri.
Banyak orang sering kali menunggu hati mereka merasa tenang terlebih dahulu sebelum mulai mendirikan sholat. Padahal, urutannya justru sebaliknya. Seseorang dianjurkan untuk mulai sholat agar hatinya bisa menjadi lebih tenang.
Ketenangan jiwa tidak akan datang jika seseorang terus menunda kewajibannya. Dengan menghadap kepada Allah SWT, beban pikiran dan kegelisahan perlahan akan mereda. Sholat menjadi tempat pelarian terbaik bagi jiwa yang penat.
Realitas kehidupan menunjukkan bahwa sebanyak apa pun harta yang dimiliki seseorang tidak akan mampu menggantikan kewajiban. Begitu pula dengan setinggi apa pun jabatan atau kedudukan di masyarakat, semuanya tidak bernilai di hadapan aturan-Nya.
Selagi masih diberikan kesempatan dan waktu hidup, setiap insan diajak untuk memperbaiki kualitas ibadahnya. Waktu terus berjalan dan ajal bisa datang kapan saja tanpa diduga. Memperbaiki sholat sebelum waktu habis adalah keputusan terbaik.
Buku berjudul Seni Memperbaiki Hidup dengan Sholat karya Mevlevi Rumi ini hadir sebagai pengingat. Diterbitkan oleh Penerbit Dawuh Guru, buku berformat soft cover ini berisi panduan dan refleksi penting. Dengan ketebalan seratus empat puluh halaman, buku ini siap terbit pada April 2026.
Melalui karya tulis ini, pembaca diajak untuk merenungkan kembali arti penting sebuah ibadah. Buku ini dirancang untuk membantu siapa saja yang ingin kembali menata hubungan spiritualnya. Proses terbitnya buku ini diharapkan membawa manfaat luas.
Sebagai sesama manusia, saling mengingatkan dalam kebaikan adalah sebuah keniscayaan. Pendapat mengenai tantangan dalam menjaga sholat lima waktu menjadi ruang refleksi bersama. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing dalam menjaga konsistensi.
Membagikan informasi atau postingan ini kepada keluarga dan orang terdekat merupakan langkah awal menyebar kebaikan. Siapa tahu, pesan singkat ini menjadi jawaban yang sedang mereka nantikan. Mengajak orang lain kepada kebaikan mendatangkan keberkahan.
Menyimpan unggahan ini juga bisa menjadi cara menjaga konsistensi iman saat sedang menurun. Ketika semangat beribadah mulai melemah, membaca kembali nasihat ini dapat mengembalikan motivasi. Hati manusia memang mudah berbolak-balik.
Doa dan harapan selalu dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa menjaga hati. Keistiqomahan dalam mendirikan sholat lima waktu diharapkan terjaga hingga akhir hayat. Semoga setiap langkah kebaikan ini bernilai ibadah.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram



