Sebuah warung disetiap desa ataupun kota kini ramai dengan pembeli, sampai-sampai ada pembeli langganan yang sering ngopi disetiap warung-warung itu. Dari anak-anak sekolah, remaja ,dewasa bahkan sampai dari orang tua juga sering ngopi di warung-warung itu. Hanya dengan secangkir kopi saja ,mereka singgah disana sampai berjam-jam. Padahal yang mereka lakukan bukan bercengkrama dengan temannya tapi, mereka bermain game online. Itu adalah contoh pemuda masa kini ,mereka ternodai oleh game online. Sampai-sampai melupakan segalanya.

Jika di kalangan mahasiswa ataupun orang tua biasanya sering berdiskusi di warung kopi. Sekarang mereka tak lagi berdiskusi, namun bermain dengan dunia online. Setiap permunculan game online dari media masa. Semakin ramai publik sehingga satu persatu orang terprovokasi dengan isu yang disoroti oleh banyak orang.

Memang tidak semua orang seperti itu namun rata-rata berdasarkan evakuasi disetiap objek, hal-hal tersebut memang terjadi.

Akibatnya dari kalangan anak-anak dan remaja mereka lupa akan belajarnya. Dari kalangan orang tua mereka lupa dengan aktivitas yang biasanya sering dikerjakan. Sehingga dengan sebuah event yang ada akan terlupakan, diakibatkan dari perubahan media sosial yang datang, menyebabkan hal-hal negatif terjadi pada semua orang. Sebenarnya dengan situasi seperti itu, bukan berarti malah ikut terpengaruh dengan lainnya, tapi pilah dan pilihlah dalam sesuatu yang terjadi saat ini.

No more articles