Oleh : M. Ibram Syah

Al-Quranul Karim merupakan salah satu di antara sekian banyaknya tanda keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala. Al-Quran itu sendiri merupakan kitab suci bagi umat Islam yang salah satu fungsinya adalah membedakan mana barang yang Haq dan mana barang yang Bathil, mana sesuatu yang diperbolehkan dan mana sesuatu yang dilarang. Dengan memahami, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungan dari Al-Quran maka kehidupan umat Islam dimanapun dan kapanpun akan senantiasa lebih tertata dan lebih bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Al-Quran itu sendiri diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Apabila ada seseorang yang kemudian memperingati turunnya Al-Quran bertepatan dengan malam Lailatul Qadar maka hal tersebut sangat banyak keberkahan di dalamnya serta para malaikat senantiasa mengiringi mereka yang memperingati dan mendoakannya. Berbicara malam Lailatul Qadar banyak hal yang berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Quran, yang mana kita ketahui bersama hal tersebut dikisahkan dalam Al-Quran tepatnya pada surat Al-Qadar. Surat Al-Qadar dapat dijadikan washilah bagi mereka yang memiliki hajat agar dikaruniai seorang ank yang cerdas. Jadi pada prakteknya kepala seorang bayi kemudian dipegang dan dibacakan surat Al-Qadar sebanyak sebelas kali.

Selain surat Al-Qadar yang dapat dijadikan wahilah, surat Al-Insyirah juga memiliki khasiat tersendiri. Surat tersebut dapat dijadikan washilah agar seorang anak tidak lagi nakal, atau kalau dalam istilah jawa agar tidak mbandel. Tata caranya bagian hati dari seorang anak dipegang kemudian dibacakan surat Al-Insyirah sebanyak sebelas kali. Baik dalam rangka menjadikan washilah agar anak menjadi cerdas maupun agar tidak mbandel tetap semuanya diniatkan Lillahi Ta’ala.

Kembali ke pembahasan Al-Quranul Karim, bahwa Al-Quran yang diturunkan pada bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qadar tentunya juga menjadi pertanda terdapatnya keutamaan-keutamaan tertentu pada waktu penurunannya dibandingkan waktu-waktu yang lainnya, seperti halnya bulan diturunkannya Al-Quran yaitu bulan Ramadhan. Jika kita menelisik kembali bersama, bahwa barang siapa yang menyambut bulan Suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan maka jasad orang tersebut haram dari terkena panasnya api neraka. Maka menjelang bulan Ramadhan kali ini marilah senantiasa mentadabburi kembali Al-Quran, semakin banyak lagi belajar dan menelaah Al-Quran, serta mengisi waktu luang kita di bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan yang tentunya dapat kita jadikan bersama menjadi amal sholeh tabungan kehidupan akhirat kelak, amiin.

Ngaji Kitab Syajarotul Ma’arif

Almajlisul Awwal Fii Fadhiilati Ramadhana

Oleh Bapak Kyai M. Hamzah, S.Pd.I

Kamis, 24 Maret 2022

Rumah Baca Kolong Langit

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.