Perempuan Dambaan Surga

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Puji syukur hendaknya selalu kita panjatkan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala yang telah memberikan rahmat, hidayah taufiq-Nya kepada kita semua atas nikmat Iman dan Islam. Shalawat dan salam tak lupa semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita semua, Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam, tanpa perjuangannya belum tentu kita dapat mengenal dan memeluk Islam. Beliau membawa kita dari zaman kegelapan menuju cahaya.

Yang kedua, kita juga patut bersyukur atas terbitnya buku para santriwati Madrasatul muallimaat Al-Islamiyah Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember, yang mana juga merupakan karya buku ke empat. Tentunya, bagi anak-anak hal ini tidaklah mudah untuk menjaga semangat literasi, untuk terus berkarya dengan segala kesibukan aktivitas belajarnya di Pondok Pesantren. Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan, bahwa segala yang ada di pondok adalah bagian dari pendidikan. Maka aktivitas semacam ini juga merupakan bentuk proses berpendidikan yang diharapkan akan memberikan banyak manfaat demi syiar Islam.

Buku berjudul “ Perempuan Dambaan Surga” , adalah sebuah pengingat, banyak kisah dan pesan yang bisa diambil hikmahnya untuk anak-anakku khususnya santri putri. Kita banyak melihat anak-anak muda yang ikut tergerus dengan perubahan zaman. Banyak yang sekedar mencari popularitas namun tak ada isinya. Tentu hal ini sangat disayangkan, padahal, perempuan adalah salah satu tonggak sebuah bangsa sebagai sosok yang melahirkan dan mendidik generasi-generasi penerus.

Hendaknya generasi muda, khususnya perempuan agar bisa menjaga diri, menjadi tauladan dan pemimpin masa depan. Belajarlah dari sejarah! Contohlah putra-putri Nabi Muhammad, sayyidatina Fatimah yang demikian berbakti kepada orang tuanya. Menggantikan tugas ibundanya yang telah meninggal, untuk mengurus ayahnya yang tak lain adalah Nabi Muhammad, dan mengurus rumah tangga.

Tirulah istri baginda Nabi, Siti Khadijah, yang kaya tapi tak pernah buta. Justru menggunakan harta kekayaannya untuk membantu perjuangan Nabi dalam berdakwah. Beliau juga sangat pandai menjaga dirinya, Nabi pun sangat mencintainya hingga Aisyah pun bisa cemburu. Kisah Khadijah radhiyallahu ‘anha memiliki hikmah bahwa jadilah perempuan yang bondo seperti Khadijah untuk perjuangan menegakkan agama Islam.

Kita juga bisa belajar dari sosok istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar yang juga adalah perempuan teladan. Beliau rela ditinggal berjuang untuk berdakwah saat hamil, hingga melahirkan, dan juga merawat Nabi Ismail. Selain itu, ada pula istri raja Firaun yang patut menjadi teladan, yang sekalipun bersuami Firaun yang kafir, namun tetap teguh imannya kepada Allah.

Jangan menjadi seperti istri Nabi Nuh, istri Nabi Luth, istri Abu Lahab yang ingkar.

Paling tidak, belajarlah dari sejarah. Mereka-mereka adalah perempuan-perempuan yang insyaAllah bertahta di surga Allah. Kami harapkan kalian semua mampu meneladani jejak beliau, maka insyaAllah kalian pun juga akan menjadi perempuan dambaan surga. Perempuan-perempuan yang dicintai Allah. Raihlah cinta Ilahi, maka kau akan mudah masuk surga dengat rahmat-Nya.

Selamat anak-anakku !

Wassalamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

 

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember

KH. Masykur Abdul Mu’id, LML.

 

TESTIMONI

“Anak-anakku! Jika kamu memiliki suami, jaga wibawa dan kehormatannya. Jika kamu memiliki putra putri, dekap, rawat dan didiklah mereka. Jika kamu masih memiliki orang tua, berbaktilah padanya dan cintai mereka. Sesederhana itulah engkau bisa menjadi perempuan dambaan surga.”

– Bu Nyai Hj. Shofiyatul Mardiyah

 

“Buku ini sekilas mungkin terlihat sederhana, tapi siapa sangka halaman demi halaman terdapat banyak pelajaran dan pesan untuk dijadikan teladan, saya lebih suka menyebut buku ini sebagai ensiklopedi perempuan dambaan surga, sebab banyak sekali nama-nama tokoh perempuan dalam Islam yang diulas dengan detail. Bacaan yang sangat bergizi.!”

– Ahmad Ali Adhim

 

KONTRIBUTOR

Bintang, Arifatuz, Anggraini, Lutfiyah, Ainun, Cindy, Alifia, Navisah, Salsabila, Zakkiyah, Sevia, Nasihah, Septiyani, Indana, Rosyidah, Berlian, Nida, Musdalifatus, Az-Zahra, Amalia, Naifah, Sefina, Alya, Anggun, Syahlu, Silvi, Hafshah, Habibatun, Ulva, Amelia, Muhibah, Mila, Femilia, Rohmatil, Aldhita, Khodijah, Nisful, Nurul, Mia, Riska, Sheila, Cici, Beta, Annisa, Billyana, Annisa, Lavifatul, Titin, Rizkina, Nuri, Nanda, Asfarina, Rumiati, Fibrilian, Intan, Nauva, Halwatin, Linda, Aini, Diana, Imelda.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *