Pentingnya Memulai Dengan Hal-Hal Kecil

Pentingnya Memulai Dengan Hal-Hal Kecil - dawuh guru

Oleh : M. Ibram Syah

Manusia dalan konteks menjadi pribadi yang hidup di tengah-tengah pergumulan sosial merupakan makhluk yang penuh dengan berbagai macam keunikan, mulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, sampai menjadi hal-hal yang memiliki Inpact nyata yang besar. Menjadi seorang muslim yang dicintai oleh Allah SWT tidak lantas sekedar menjadi angan-angan belaka, namun menjadi kekasih Allah SWT dapat diwujudkan dengan kuasa manusia bahkan sekalipun lewat hal-hal kecil yang mungkin tidak banyak mendapatkan perhatian dari banyak orang lain, seperti halnya menjaga kebersihan dan bersuci.

Kebersihan dan bersuci merupakan sesuatu yang mungkin dianggap barang sepele dan tidak terlalu menjadi perhatian, namun meskipun demikian hal tersebut mampu menjadikan seoranhg manusia menjadi kekasih Allah SWT. Saat seseorang akan melakukan ibadah kepada Allah SWT, karena memang sudah mengiktikadkan dalam dirinya bahwa ibadah yang akan dilakukannya memang karena Allah dan hanya diperuntukan kepada Allah semata maka hal-hal kecil sebelum beribadah, Bertaqorrub Ilaallah juga dipersiapkan sebaik mungkin, seperti halnya menyucikan diri dari hadas besar maupun kecil. Bahkan seringkali kita mendengarkan anjuran guna melanggengkan wudlu, hal tersebut menunjukan bahwa dalam setiap waktu, kapanpun dan dimanapun kita siap menjaga kesucian diri kita dan siap sedia kapanpun dan dimanapun untuk senantiasa melakukan berbagai macam ibadah kepada Allah SWT.

Di sisi lain, berbicara bersuci yang mampu menjadi perangkat yang menjadikan seseorang diangkat sebagai kekasih Allah, maka bersuci tersebut tidak lantas hanya dimaknai sebagai proses yang nampak di luarnya saja, artinya bersuci dimaknai hanya pada Dlohirnya saja, namun bersuci juga termasuk proses menyucikan diri baik Dlohir maupun Batin. Alsanannya apa, karena dalam setiap relung hati manusia tidak menutup kemungkinan masih memendam berbagai macam penyakit hati seperti halnya riya, ujub, dengki, dan sebagainya, yang mana hal tersebut menunjukan dalam melakukan  prosesi bersuci, kita juga senantiasa meniatkan dalam hati agar dengan melalui proses bersuci akan badan kita juga menjadi sebuah mediator guna menyucikan batin kita yang masih banyak terdapat Hijab-Hijab dan penyakit hati yang menyebabkan kita hanya berpura-pura nampak baik dan suci dliohirnya saja, akan tetapi tidak untuk wilayah batinnya.

Maka betapa pentingnya sebuah bersuci, karena Allah juga mencintai orang-orang yang suci, dan tentunya hal tersebut diwashilahi dengan melakukan bersuci secara dlohir dan batin, agar melalui hal-hal kecil tersebut manusia dapat menjadi kekasih Allah dan senantiasa diiringi dengan keberlimpahan anugerah dan belas kasih Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Ngaji Kitab Syajarotul Ma’arif

Fashlun Fii Mahabatillahi Thoharoti

Oleh Bapak Kyai M. Hamzah, S.Pd.I

Kamis, 7 Oktober 2021

Rumah Baca Kolong Langit