Penguatan Nasionalisme di Pondok Pesantren dan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam

Penguatan Nasionalisme di Pondok Pesantren dan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam

Oleh : Yoga Dwi Prada

Akhir-akhir ini fenomena dimana banyak orang dengan lantang meneriakkan kalimat takbir untuk memperolok sesama muslim, mengkerdilkan bahkan melakukan intimidasi dan kekerasan fisik. Informasi yang mudah diakses dan dengan mudahnya oknum tertentu membuat media-media hoaks yang mudah disebar luasan.

Fenomena politik saat pemerintahan  gubernur jakarta ahok tahun 2016 fasilitas-fasilitas publik banyak yang rusa, toko-toko tutup, macet yang tidak terelakkan lagi dan mungkin masih banyak lagi.

Kasus-kasus seperti KKB Papua yang masih hangat dibicarakan saat ini di kutip dari CNN Indonesia sejumlah warga sipil menjadi korban pembunuhan KKB karena di tuding sebagai mata-mata TNI-Polri.

Hal-hal semacam ini dapat mempengaruhi generasi bangsa jika tidak dibina dan dibimbing dengan baik, pentingnya nasionalisme untuk memupuk kesadaran generasi yang cinta akan negerinya sendiri. Rasa cinta yang tinggi untuk negeri menjadikan generasi yang dapat berkontribusi untuk menjadikan negera Indonesia maju dan berdaulat.

Belum maksimalnya penguatan nasionalisme di lingkungan pondok pesantren menjadi awal dibuatnya artikel ini. Dalam pembahasan ini akan di tampilkan model/pembudayaan penguatan nasionalisme di pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan islam.

Model/pembudayaan penguatan nasionalisme di pondok pesantren:

  1. Penguatan keilmuan oleh seorang kyai atau pendidik dipondok pesantren hal ini dapat dicerminkan dengan mempelajari kitab-kitab tentang keberagaman dan nasionalisme. Sikap toleransi yang sudah ditanam dengan kuat akan memunculkan sifat tengang rasa dan mau menerina keberagaman dengan baik. Hal ini dapat tercermin dalam pembelajaran kitab-kitab dimana para ulama terdahulu juga banyak melakukan perdebatan antar madzhab. Seorang pendidik harus bijaksana dalam mengarahkan hal-hal semacam ini.
  2. Diajarkannya kulikulum 4 pilar kebangsaan agar anak tau sejatinya apa dasar negeri ini yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, guna meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat
  3. Perayaan hari-hari nasional yang bisa diperingati di pondok-pondok pesantren. Hal-hal semacam ini dapat memunculkan sikap kecintaan terhadap bangsa ini, dan juga dapat di isi dengan kegiatan positif seperti : Lomba Cerdas Cermat kebangsaan, lomba pidato kebangsaan dan lain-lain
  4. Diadakannya ekstrakulikuler yang terstruktur tentang nasionalisme seperti penguatan empat pilar kebangsaan (pancasila, bhineka tunggal ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-undang Dasar 1945), yang mana hal ini untuk usia-usia produktif dapat di perlombakan sehingga dapat menjadi bagi santri dan juga pondok pesantren.
  5. Menyayikan lagu-lagu Nasional atau cinta tanah air agar dapat menimbulkan rasa semangat belajar dan cinta kepada tanah air seperti Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, Bangun Pemuda Pemudi, Ya Lal Wathon.

Pembudayaan yang baik akan menjadikan para lulusan pondok pesantren menjadi generasi yang unggul dan tidak menjadik bagian dari radiklisme dan intoleran, melainkan menjadi solusi dari persoalan bangsa Indonesia ini

Model/pembudayaan penguatan nasionalisme di lembaga-lembaga pendidikan:

  1. Kegiatan belajar mengajar yang diselingi dengan budaya nasionalisme, seperti kerukunan dalam kelas, menghargai pendapat teman, menaati peraturan kelas dan lain-lain
  2. Penguatan nasionalisme di lingkungan keluarga dari para siswa. Konsep penguatannya dengan misal memberika tugas/PR (pekerjaan rumah) mengenai penguatan nasionalisme dalam lingkungan keluarga pandangan keluarga ayah, ibu, kakak. Kemudian di presentasikan di kelas untuk didiskusikan
  3. Pendidikan karakter dengan diadakanya program kerjasama bersama TNI-Polri agar para siswa dapat dilatih seperti armed atau pangkalan TNI-Polri. Dengan adanya program seperti ini siswa menjadi tumbul rasa nasionalisme yang tinggi karena berbagai materi dan latihan yang telah diprogram oleh TNI-Polri untuk para siswa usia sekolah
  4. Memajang tokoh-tokoh nasional di dinding-dinding kelas untuk mengenag jasa perjuanganya, agar anak termotivasi untuk dapat mengharumkan negri ini lewat bidang keahlian masing-masing diera moderen ini.

Setelah terlaksanakanya penguatan nasionalisme di lingkungan pondok pesantren dan lembaga-lebaga pendidikan islam diharapkan dapat menjadikan bangsa ini lebih tentram, damai dalam menghadapi konflik atau isu-isu politik yang belum tentu kebenarannya agar dapat disaring dan di telaah dalam bertindak dan memutuskan persoalan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *