Oleh: Moch. Yoga Firmansyah

Penulis merupakan Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Dia adalah Sultan Muhammad II, adalah Sultan Utsmani ke -7 dalam sisilah keluarga Utsman. Muhammad II bergelar Al-Fatih dan Abu Al-Akhirat. Memiliki karakter yang kuat menggabungkan kekuatan dan keadilan yang membuatnya menjadi legenda sejarah umat Islam yang sangat terkenal setelah berhasil menaklukkan Kota Konstantinopel ke tangan umat muslim pada tahun 1453M.

Sosok Sultan Muhammad II adalah Khilafah Utsmaniyah, memerintah hampir selama tiga puluh tahun yang dinaungi dengan kemuliaan dan kebaikan bagi kaum muslimin. Ia mendapati amanah untuk menjadi Sultan Utsmani setelah menggantikan ayahnya Muhammad 1 yang telah wafat pada tanggal 16 Muharram 855 H, bertepatan dengan  18 Februari 1451 M. Saat itu Muhammad II masih berusia 22 tahun.

Sejak kecil ia memiliki keunggulan dalam menyerap dan menangkap ilmu pengetahuan. Ia memiliki pengetahuan yang luas, khususnya dalam bidang Bahasa, dan memiliki kecenderungan luar biasa terhadap buku-buku sejarah. Hal inilah yang membuatnya menjadi sosok pemimpin pasukan muslimin yang memiliki kemampuan urusan manajemen, administrasi negara, penguasaan medan dan ahli perang. Keunggulan akhlaknya terhadap Syariat Islam membuatnya memiliki sikap bijaksana, pemberani, suka memberi, dan rela berkorban, demi membela akidah dan syariat. Semua itu dilakukan dengan mengharapkan pahala dari Allah.

Di usianya yang masih muda, Muhammad Al Fatih berjaya dalam menaklukkan Kota Konstantinopel, juga sebagai tanda bahwa Abad Pertengahan telah usai. Dia mengatur 4 juta tentara untuk menyerang ke arah barat dan laut. Serangan ini berlangsung selama 50 hari. Ia sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn.

Meski ada pasukan yang mengatakan sulit melakukan strategi ini, Sultan Mehmed II tidak gentar. Tak tergoyahkan dia menyarankan prajuritnya untuk bergegas melaksanakan prosedur. Sehari sebelum pertempuran, dia meminta setiap prajuritnya untuk berpuasa di siang hari dan sholat tahajud di sekitar waktu malam, untuk meminta kemenangan kepada Allah.

Pasukan Muhammad Al Fatih menemukan cara untuk mendapatkan 70 perahu melalui hutan yang padat dengan pohon-pohon besar. Selama satu malam, dia dan tentaranya menebang pohon yang menghalangi perjalanan. Hingga akhirnya Muhammad Al Fatih dan prajuritnya menemukan cara untuk mengatasi Konstantinopel. Sejak kejadian itu, ia mendapat gelar Sultan Muhammad Al Fatih alias “Sang Penakluk”.

Konstantinopel adalah kota yang didirikan oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung pada 330 M, merupakan salah satu kota popular di dunia kala itu. Di dunia Kristen, kota ini menjadi yang terdepan dalam segi kebudayaan dan kesejahteraan, utamanya pada masa Wangsa Komnenos. Setalah sebelas abad, berbagai upaya mengatasi kota ini dengan dilakukan oleh banyak pihak. Para pemimpin Muslim dari masa ke masa, mulai dari  Mu’awiyah bin Abi Sufyan, juga termasuk mereka yang berusaha menaklukan Konstantinopel, meski upaya tersebut itu gagal. Meskipun begitu, sebelum tahun 1453, hanya satu kali kota ini berhasil diduduki, yakni pada masa Perang Salib Keempat. Pasukan Salib menduduki Konstantinopel dan mendirikan Kekaisaran Latin (Romawi Timur Katolik) pada 1204. Pasukan Salib menghancurkan berbagai hal di kota yang sebelumnya menjadi pusat agama Ortodoks ini. Hagia Sophia menjadi tempat mabuk-mabukan, berbagai bangunan sekuler dan keagamaan (gereja dan biara) tidak luput dari pengrusakan, para biarawati diperkosa di biara mereka, dan orang-orang yang sekarat terbaring sampai mati di jalan-jalan. Para bangsawan Romawi Timur Ortodoks kemudian mendirikan pemerintahan darurat di tiga tempat, Nicea, Trebizond, dan Epirus.

Pada masa kekuasaan Kekaisaran Latin, Konstantinopel mengalami kemunduran dalam berbagai segi. Sepertiga penduduk menjadi tuna wisma. Para pejabat, bangsawan, dan pemuka agama tinggi diasingkan. Segala kerusuhan ini menjadikan populasi Konstantinopel berkurang drastis. Timah dan perunggu dari berbagai bangunan diambil dan dijual untuk membiayai pertahanan negara. Hagia Sophia yang awalnya merupakan Basilika Kristen Ortodoks diubah menjadi Basilika Katolik sampai akhir masa kekuasaan pihak Katolik di Konstantinopel. Pihak Nicea mengakhiri kekuasaan Kekaisaran Latin Katolik dengan merebut kembali Konstantinopel, memulihkan kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur Ortodoks pada 1261, tetapi pemerintahan di Trebizond dan Epirus masih terus berlanjut secara mandiri sebagai negara berdaulat. Meski pemerintahan Romawi Timur Ortodoks telah dipulihkan, negara telah kehilangan banyak sumber daya dan ekonominya dan berjuang untuk bertahan. Kaisar Mikhael VIII Palaiologos berhasil memulihkan sebagian keadaan Konstantinopel dan di masa kekuasaannya, penduduk Konstantinopel yang awalnya tinggal sekitar 35.000 jiwa naik dua kali lipat. Namun keadaan negara jatuh dalam kekacauan saat terjadi perang saudara sepeninggal Kaisar Andronikos III Palaiologos, Serbia menduduki sebagian wilayah kekaisaran, begitu juga Utsmani yang menguasai sebagian besar Balkan setelah Pertempuran Kosovo.

Selama kekuasaanya di tahun 1451 Maseh hingga 1484, Sultan Muhammad Al-Fatih telah membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 pemandian yang tersebar di seluruh wilayah Utsmani. Salah satu peninggalan yang populer adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami ‘Abu Ayyub Al-Ansari.

Pada Rabiul Awal 1481, Muhammad Al Fatih jatuh sakit. Dia tidak sepenuhnya siap untuk meninggalkan Istanbul untuk berjihad. Selama perjalanan kondisinya menurun. Tenaga kesehatan dan obat-obatan saat ini belum siap untuk menyembuhkannya. Muhammad Al Fatih wafat pada usia 50 tahun pada 3 Mei 1481 atau 4 Rabiul Awal tahun 86 Hijriah. Sebelum wafat, Muhammad Al Fatih membuat wasiat kepada keluarganya, khususnya Sultan Bayazid II. Wasiat Muhammad Al Fatih mendorong keluarganya untuk dekat dengan para ulama, melakukan perbuatan adil, tidak tertipu oleh harta, dan menjaga agama untuk pribadi, masyarakat serta kerajaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.