Memberi dari Sedikit yang Kita Punya

Oleh : M. Ibram Syah

Bershodaaqoh merupakan salah satu perbuatan yang mulia, memang nampaknya saat seseorang melakukan sebuah shodaqoh atau menginfakkan harta yang dimilikinya seakan harta bendanya akan berkurang, namun sebenarnya di balik hal tersebut dengan bershodaqoh akan mendatangkan kebaikan-kebaikan yang lain. Selain itu shodaqoh juga menghilangkan kesusahan-kesusahan yang terdapat pada seseorang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan shodaqoh, termasuk diantaranya adalah cara dalam bershodaqoh, karena bershodaqoh tidak hanya dilakukan dengan satu cara. Dalam melakukan shodaqoh dapat dilakukan dengan cara tidak menunjukan shodaqohnya, artinya dilakukan secara diam-diam. Selain itu dalam menjalankan shodaqoh juga jangan diungkit-ungkit shodaqohnya, artinya kalau sudah melakukan shodaqoh ya sudah tinggal bershodaqoh saja, belajar memberi tanpa berharap setelahnya.

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah sasaran atau seseorang yang akan dishodaqohi, jangan sampai ketika ada orang yang lebih membutuhkan dan di sisi yang lain terdapat orang yang tidak terlalu membutuhkan, jangan sampai justru shodaqoh tersebut diberikan kepada yang tidak terlalu membutuhkan, kemudian jika ada dua orang yang satu punya niat baik dan mulia, dan yang satu lainnya punya tujuan yang tercela, maka janganlah sampai shodaqoh tersebut justru diberikan kepada orang yang nomor dua. Sesuatu yang akan dishodaqohkan juga teramat penting untuk diperhatikan dilihat dari cara mendapatkannya, jika sesuatu yang akan dishodaqohkan didapatkan dengan cara yang tidak baik maka sebaiknya jangan dishodaqohkan karena akan mengurangi esensi dan nilai dari shodaqoh itu sendiri.

Kemudian bershodaqoh yang paling baik adalah ketika bershodaqoh dengan sesuatu yang paling baik yang paling kita sukai, hal ini difungsikan guna mengurangi sifat keakuan dan mengajarkan sifat rela dalam memeberi apa yang kita miliki apa yang disukai. Ketika seseorag memberikan shodaqoh juga dengan raut wajah yang sumringah dan penuh dengan senyuman, jangan sampai justru bershodaqoh dengan raut wajah yang muram dan cemberut.

Klasifikasi orang yang menjadi sasaran atau target bershodaqoh harus juga diperhatikan, yang paling utama adalah bershodaqoh kepada keluarga. Kemudian bershodaqoh kepada orang yang sedang berjuang di jalan Allah Ta’ala, yang termasuk diantaranya adalah orang ‘alim yang telah menunjukan kepada kita jalan mengenal keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala, yang berikutnya adalah bershodaqoh kepada teman kita yang sedang belajar dan berjuang di jalan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa diberikan kemampuan oleh Allah Ta’ala untuk senantiasa memberikan sedikit yang kita punya sebagai shodaqoh kepada para ‘alim, keluarga, serta orang-orang lain yang membutuhkan dan mereka yang sedang berjuang di jalan Allah Ta’ala, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.

Ngaji Kitab Syajarotul Ma’arif

Fashlun Fii Akhdzil Maali Bihaqqihi Wa Shorfihi Ilaa Mustahiqihi

Oleh Bapak Kyai M. Hamzah, S.Pd.I

Kamis, 9 Desember 2021

Rumah Baca Kolong Langit

Share:

Dawuh Guru

Merawat Tradisi, Membangun Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.