Buku ini akan membahas tentang peran Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan dalam membangun Masyarakat Islami dalam konteks Sosiologis dan Antropologis, yang mana Eksitensi Peran Pesantren dan Kiai dalam menyebarkan Islam dilamongan khususnya di wilayah pantura Kecamatan Paciran, Karena selama ini yang banyak ditulis sebagai penelitian dari Pesantren Sunan Drajat ini kebanyakan dalam segi perekonomian (Enterpreneur) karena pesantren ini lebih kental dalam bidang agrobisnis. Tetapi disisi lain Pesantren Sunan Drajat juga mengajarkan kurikulum modern dalam rangka mempersiapkan para Santri dalam menghadapi era Digital 4.0.

Seiring dengan perkembangan zaman yang modern ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat berkembang pesat sehingga menjadi salah satu Pesantren yang mempunyai santri terbanyak di wilayah Jawa Timur bahkan di wilayah Indonesia. Pondok Pesantren Sunan Drajat yang dulunya berfaham salafiyah kini ketika estafet perjuangan diteruskan oleh Beliau KH. Abdul Ghofur, Pesantren ini mengadopsi kurikulum Salafi dan Modern sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi zaman, maka dari itu sangat menarik untuk dikupas serta menarik untuk dilakukan sebuah riset karena memang Sunan Drajat itu adalah salah satu Walisongo yang ikut andil dalam menyebarkan Islam di pulau jawa. Dan pesantren peninggalan Walisongo yang masih eksis berdiri ditengah-tengah masyarakat tinggal Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan yang di asuh oleh Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur.

Terlepas dari itu Peran Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam membangun masyarakat Islami serta peranan Kiai Abdul Ghofur dalam mengembangkan Pesantren, itu juga sangat menarik dan perlu di kaji, perlu dikupas agar perjalanan Kiai Abdul Ghofur dan Pesantrenya ini mampu membuat suatu gebrakan serta wacana-wacana baru tentang khazanah islami dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, yang mana termaktup dalam pembukaan Undang-Undang Dasar “mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia” ini adalah salah satu landasan yang kaut dari Kiai Abdul Ghofur dalam mendidirikan pesantren. Maka dari situlah penulis mencoba menganalisis perkembangan yang terjadi sehingga menjadi pesantren yang berkembang sangat pesat sekali. Tetapi disisi lain juga ada plus minusnya terutama dalam kontek pendidikan pesantrennya, sehingga butuh pembaharu agar ketergantungan kepada Kiai yang selama ini terjadi bisa berubah dan benar-benar menjadi pesantren yang mengutamakan kualitas tidak hanya kuantitasnya saja. Sehingga sangat menarik untuk dilakukan riset.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional, sudah sejak lama mempertahankan karakteristiknya, dan pada awal kelahirannya, tumbuh dan berkembang di Indonesia dengan mengemban misi dakwah Islam. Disamping itu, pesantren juga sebagai lembaga pendidikan Islam, memiliki nilai-nilai strategis dalam pembentukan sikap dan karakter para santri. Sementara dalam sistem pendidikannya, pendidikan pesantren didasari dan diarahkan oleh nilai-nilai kehidupan yang bersumber pada ajaran dasar Islam, sehingga pesantren memenuhi kriteria yang disebut dalam konsep pembangunan, yaitu pembangunan kemandirian, mentalitas, kelestarian, kelembagaan dan etika.

KIAI ABDUL GHOFUR; Pesantren Sunan Drajat dan Perubahan Sosial
.
Penulis : Sunaji, M.Pd
Penerbit : Dawuh Pustaka
Ukuran : 20,5 x 13,5 cm
Halaman : 240 hlm
Cover : Soft Cover
ISBN : 978-623-91454-8-4
Cetakan : Pertama, Desember 2019
.
Harga : Rp 80.000

Pemesanan Silahkan :

WA 082122297578

IG : @dawuhpustaka / @dawuhstore

No more articles