KH. Syukron Makmun: Berbakti kepada Orang Tua Kunci Keberkahan
KH. Syukron Makmun mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai salah satu kunci utama meraih keberkahan hidup di masa dewasa.

“Kalo ingin hidupmu berkah dimasa dewasa, salah satunya adalah berbaktilah kepada orang tuamu.
— KH. Syukron Makmun Dawuh dari KH. Syukron Makmun ini mengingatkan kita bahwa salah satu kunci untuk
Kalo ingin hidupmu berkah dimasa dewasa, salah satunya adalah berbaktilah kepada orang tuamu.
Pesan mendalam dari KH. Syukron Makmun tersebut memberikan penegasan moral yang sangat kuat mengenai pondasi kehidupan seseorang ketika memasuki usia dewasa. Kehidupan dewasa kerap membawa manusia pada berbagai kerumitan, tanggung jawab yang kian berat, serta pencarian akan ketenangan batin. Dalam rentang perjalanan tersebut, keberkahan menjadi salah satu pilar utama yang sangat didambakan oleh setiap insan.
Keberkahan hidup di masa dewasa bukan sekadar diukur dari capaian-capaian lahiriah atau kemapanan materi yang kasat mata. Lebih dari itu, keberkahan mencakup rasa kecukupan, kedamaian jiwa, dan kemudahan dalam menghadapi setiap rintangan hidup. Dawuh yang disampaikan oleh ulama karismatik ini mengingatkan kita bahwa jalan menuju keberkahan tersebut erat kaitannya dengan bagaimana seorang anak memperlakukan kedua orang tuanya.
Orang tua adalah sosok sentral yang telah mendedikasikan seluruh hidup mereka demi tumbuh kembang dan kebahagiaan anak-anaknya. Sejak seorang anak dilahirkan ke dunia hingga mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tak terhitung berapa banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dialirkan tanpa pernah meminta balasan sepadan. Kehadiran mereka adalah fondasi dari keberadaan kita hari ini.
Kasih sayang yang dicurahkan oleh orang tua berlangsung secara tulus dan tanpa syarat dalam setiap fase kehidupan anak. Mereka rela mengesampingkan kenyamanan pribadi, memeras keringat, dan memikul kelelahan demi memastikan anak-anaknya mendapatkan masa depan yang lebih baik. Ketulusan ikhlas inilah yang menjadikan kedudukan orang tua sangat mulia dan patut dijunjung tinggi.
Berbakti kepada orang tua sering kali disalahartikan sebatas pemenuhan kebutuhan materi semata ketika anak telah berpenghasilan. Padahal, wujud bakti yang sejati jauh lebih luas dan mendalam dari sekadar pemberian harta. Pengabdian seorang anak mencakup ruang-ruang emosional dan spiritual yang membutuhkan kepekaan serta ketulusan hati.
Salah satu bentuk bakti yang sangat mendasar adalah menunjukkan sikap hormat dan menjaga tutur kata agar tetap lembut ketika berinteraksi dengan mereka. Cara seorang anak berbicara, mendengarkan nasihat, dan bersikap di hadapan orang tua mencerminkan kadar keikhlasan serta penghormatan yang tertanam di dalam jiwanya.
Selain tutur kata yang santun, memberikan bantuan nyata dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari perwujudan bakti. Bantuan tersebut tidak harus selalu berupa hal-hal besar, melainkan perhatian pada kebutuhan kecil orang tua serta kesediaan untuk senantiasa hadir dan meringankan beban yang mereka rasakan.
Hal yang tak kalah krusial dalam berbakti adalah menjaga diri agar tidak sampai menyakiti hati kedua orang tua. Perasaan orang tua sangat halus dan peka terhadap perlakuan anak-anaknya. Sikap acuh tak acuh, kata-kata yang kasar, atau tindakan yang mengabaikan keberadaan mereka dapat menorehkan luka mendalam yang sulit terhapus.
Kesempatan untuk berbakti dan membahagiakan orang tua merupakan nikmat yang memiliki batas waktu. Waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan, dan keberadaan orang tua di sisi kita adalah momen berharga yang tidak akan terulang kembali. Oleh karena itu, memanfaatkan setiap detik yang ada untuk mengukir senyuman di wajah mereka adalah keputusan terbaik yang harus diambil saat ini.
Menunda-nunda penyesalan di kemudian hari kerap terjadi ketika kesempatan untuk berbakti telah sirna seiring berlalunya waktu. Ketika orang tua telah tiada, segala niat baik dan keinginan untuk membahagiakan mereka tidak lagi dapat diwujudkan secara langsung. Kesadaran akan keterbatasan waktu inilah yang seharusnya mendorong setiap anak untuk berbuat baik tanpa menunda.
Membahagiakan orang tua di masa kini akan membawa dampak positif yang meluas dalam seluruh lini kehidupan seorang anak. Keridaan dan doa yang tulus dari orang tua menjadi pendorong utama yang melapangkan jalan kehidupan, membukakan pintu-pintu kemudahan, serta mendatangkan ketenteraman yang hakiki.
Setiap langkah kehidupan yang dijalani dengan landasan bakti kepada orang tua akan senantiasa dipenuhi dengan keberkahan yang berlimpah. Keberkahan ini menjadi pelindung, petunjuk, dan sumber kekuatan dalam mengarungi dinamika masa dewasa yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.
Pada akhirnya, dawuh dari KH. Syukron Makmun ini menjadi perenungan bersama agar kita senantiasa membenahi hubungan dengan orang tua. Semoga kita semua tergolong sebagai anak-anak yang mampu berbakti dengan tulus, membahagiakan mereka selagi ada kesempatan, serta memetik keberkahan hidup dalam setiap hela napas dan langkah yang kita jalani.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram



