Kenapa Harus Mondok? Ini Dia Alasan Yang Jarang Disadari

Oleh: Anni Saun Nafingah

Memutuskan untuk menuntut ilmu di pondok pesantren tentu merupakan suatu hal yang berat. Ya, karena harus jauh dari orang tua, keluarga, dan sanak saudara. Waktu pun banyak dihabiskan untuk mengaji Al-Qur’an ataupun mempelajari kitab kuning.
Jelas bahwa waktu untuk bermain ataupun berkumpul dengan teman yang ada di kampung menjadi berkurang. Lalu, sering muncul pertanyaan kenapa harus mondok? Jawabannya tentu sangat mudah ditebak yaitu karena pondok pesantren merupakan tempat menuntut ilmu yang paling baik.
Berbagai alasan mengapa orang tua memilih memasukkan anaknya ke pondok pesantren pun cukup banyak dan mungkin jarang disadari. Penasaran apa saja alasannya? Simak ulasan menariknya berikut ini:

1. Belajar Mandiri

Kemandirian seseorang tidak hanya bisa diajarkan di rumah saja, melainkan juga melalui pondok pesantren. Hidup jauh dari orang tua, akan membuat anak mau tidak mau harus bisa mandiri dalam segala hal, termasuk mencuci baju sendiri, merapikan tempat tidur sendiri, membersihkan kamar, dan lainnya.
Kebiasaan yang terlihat sepele tersebut memang harus dibudayakan untuk anak-anak supaya bisa sedikit meringankan pekerjaan orang tua di rumah. Mandiri sejak dini akan membuat anak tidak mudah bergantung dengan orang lain sehingga patut digalakkan.

2. Memperdalam Ilmu Agama

Sudah menjadi hal yang umum jika tujuan memondokkan anak karena agar bisa memperdalam ilmu agama. Pondok pesantren merupakan tempat belajar agama yang terbaik karena tidak hanya diajarkan mengenai teori saja melainkan juga prakteknya secara langsung.
Belajar di pondok pesantren pun tidak melulu harus dengan ustadz ataupun pak kyai karena bersama teman pun bisa dijadikan partner belajar. Metode belajar dengan cara diskusi pun sangat efektif agar materi lebih bisa bertahan lama di otak.

3. Memperluas Pertemanan

Ketika masuk pondok pesantren, tentu akan ada banyak sekali orang yang berasal dari berbagai daerah. Alasan kenapa harus mondok ini pun sering dipakai untuk memperluas relasi di seluruh penjuru negeri. Biasanya yang mondok di tempat tersebut tidak hanya dari wilayah setempat saja melainkan luar provinsi.
Keuntungan yang jarang disadari ketika memiliki teman dari luar daerah adalah bisa mengerti bahasa daerahnya, mencicipi makanan khasnya, dan tahu budayanya. Memperbanyak teman pun sangat dianjurkan dalam agama islam.

4. Bermanfaat Bagi Orang Lain

Agar bisa bermanfaat untuk orang lain, memang bisa dilakukan di mana saja tidak harus di pondok pesantren saja. Namun, tentu saja berbuat baik di pondok pesantren ada berkah tersendiri yang akan didapatkan oleh santri.
Terdapat banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan dan bermanfaat untuk orang lain seperti menjadi abdi dalem yang patuh terhadap kyai. Seorang santri yang mahir menyetir pun bisa menjadi supir kyai. Apabila tidak memiliki keahlian khusus, bisa juga membantu di bagian dapur, dan lainnya.

5. Berlatih Bertanggung Jawab

Rasa tanggung jawab memang tidak bisa muncul dengan sendirinya, melainkan harus dibentuk terlebih dahulu. Apabila anak dibiarkan saja di rumah, maka akan sulit untuk belajar tanggung jawab karena masih mengandalkan kedua orang tuanya.
Memang akan lebih baik jika anak dibiarkan untuk merantau dan tinggal jauh dari orang tua. Dengan begitu sang anak bisa belajar untuk tanggung jawab untuk mengurus dirinya sendiri dan juga belajar tanggung jawab dengan apa yang telah diamanahkan kepadanya.

6. Belajar Indahnya Kebersamaan

Hidup di pondok tidak bisa seorang diri dan suasana akan selalu ramai kecuali jika sudah terlelap. Kebersamaan di pondok memang sangat terasa karena satu kamarnya saja berisi puluhan orang. Setiap hari tidur bersama, makan bersama menggunakan nampan, dan ngaji pun bersama.
Dampak positif dari adanya kebersamaan inilah yang menjadi alasan harus mondok. Jelas bahwa rasa peduli dan menyayangi akan tumbuh antara santri satu dengan yang lain. Hal tersebut juga bisa selaras dengan ilmu sosial dimana sejatinya manusia tidak bisa hidup sendiri dan saling membutuhkan.

7. Belajar Prihatin

Pondok pesantren bukanlah tempat untuk bersenang-senang karena banyak kegiatan positif yang sebaiknya ditekuni selagi masih bisa di pondok. Bermain gadget, liburan, belanja, dan lainnya harus dikesampingkan terlebih dahulu demi menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Selama di pondok, santri akan diajarkan untuk prihatin dalam segala aspek, mulai dari makan seadanya, mandi harus antri, waktu tidur berkurang, dan lainnya. Namun, percayalah bahwa kesederhanaan yang ada di pondok akan membuat santri lebih bersyukur karena masih banyak yang merasa kekurangan.
Ketika memang sudah tidak memiliki uang lagi di pondok sebab telat kiriman, tak perlu khawatir karena masih ada banyak teman yang akan siap membantu. Makan bersama mereka tanpa harus membayar pun kerap kali terjadi karena rasa persaudaraan yang begitu kuat.

8. Tempat Mustajab Untuk Berdo’a

Tidak dapat dipungkiri bahwa pondok pesantren merupakan tempat yang baik dan mustajab untuk berdoa. Setiap harinya ada santri yang mengaji kitab ataupun menderas Al-Qur’an sehingga menjadikan tempat ini begitu berkah.
Banyak sekali do’a yang terkabul selama masih di pondok dan tak sedikit juga cerita mengenai orang tua yang rezekinya mengalir deras ketika anaknya belajar di pondok. Tak heran jika sampai saat ini pondok pesantren semakin banyak saja santrinya.

9. Mengajarkan Sopan Santun

Sopan santun tentu sudah diajarkan oleh orang tua ketika di rumah. Namun, tak semua anak bisa menurut dengan begitu saja. Pondok pesantren bisa dijadikan sebagai tempat yang baik untuk mendidik anak agar memiliki sopan santun dengan orang lain.
Tempat yang baik ini pun senantiasa mengajarkan kepada santrinya untuk menunduk ketika pak kyai berjalan di depannya, mencium tangan ketika salim, dan lainnya. Mau tidak mau santri yang tadinya enggan untuk belajar sopan santun pun harus mengikuti tradisi yang sudah membudaya tersebut.

10. Manajemen Waktu

Setiap orang memiliki waktu yang sama setiap harinya yaitu 24 jam. Poin menarik yang harus disikapi dengan baik adalah untuk apa waktu yang sudah diberikan tersebut? dijamin waktu yang dimiliki pun akan sangat bermanfaat ketika hidup di pondok pesantren.
Terdapat jadwal tersendiri yang sudah dirancang di pondok pesantren agar santri tidak banyak rebahan ataupun tidur. Apabila pondok tersebut disertai dengan sekolah, maka seorang santri harus bisa membagi waktu dengan baik untuk sekolah dan mengaji.
Tentu saja bukan hal yang mudah untuk membagi-bagi waktu tersebut, namun seiring dengan waktu pasti akan mulai terbiasa. Pembagian waktu yang teratur ini pun bisa diterapkan di rumah ketika sudah boyong dari pondok pesantren sehingga mampu membangun karakter yang baik.
Alasan kenapa harus mondok di atas pun memang sangat real dan banyak yang bisa merasakan dampak positifnya. Pondok pesantren bukanlah sebuah penjara, namun tempat suci yang membuat kita belajar banyak mengenai arti kehidupan yang sesungguhnya. Jadi, kapan mau mulai mondok?

Share:

Dawuh Guru

Merawat Tradisi, Membangun Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.