Islam yang Penuh Cinta dan Kasih Sayang

Islam merupakan agama yang penuh dengan kasih dan sayang. Agama ini diamanahkan untuk disebarkan kepada umat manusia seluruh dunia oleh seorang dengan kepribadian sempurna dibanding dengan manusia yang lain di muka bumi, yaitu Kanjeng Nabi Muhammad. Dimana beliau menyebarkan islam dengan penuh cinta dari lubuk hati yang paling dalam dan tanpa ada paksaan untuk semua orang menganut agama Islam. Kanjeng Nabi menyebarkan Islam dengan cinta yang awal mulanya banyak ditentang, tapi lambat laun banyak yang menganut islam karena mereka menerima cinta dari ketulusan hati beliau.

Dari pribadi beliau, kita banyak belajar tentang cinta. Cinta terhadap istri, cinta terhadap kaum lemah, cinta terhadap orang miskin dan anak yatim, cinta kepada semua orang tanpa mengharap imbalan sedikit pun dari mereka. Sebagai contoh, saat beliau berdakwah kepada seorang yahudi yang buta. Dengan kelembutan hati, Beliau setiap hari rela meluangkan waktu hanya untuk menyuapi makanan kepada Yahudi buta tersebut, meskipun saat itu beliau selalu diejek oleh Yahudi tersebut tanpa sadar ternyata yang diejek Yahudi tersebut adalah orang yang selalu menyuapinya setiap hari. Begitulah cinta yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi yang harus dicontoh oleh semua umat Islam.

Islam adalah agama yang Rahmatan lil alamin. Dimana semua yang ada di dunia mendapat kasih sayang dari Islam. Kasih sayang menjadi salah satu hal yang utama dalam islam. Bnayak bukti yang menjelaskan bahwa islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. Asmaul Husna yang pertama dan kedua terdapat Rahman dan Rahiim menunjukkan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini menjadi bukti bahwa dalam beragama islam, seseorang dianjurkan untuk memiliki sifat pengasih dan penyayang.

Al-Quran juga menjelaskan demikian. Al-Quran intinya terdapat pada Surat Al-Fatihah. Dan Al-Fatihah sendiri, intinya terdapat pada ayat pertama. Yang mana menunjukkan Pengasih dan Penyayang merupakan hal pokok atau inti dalam berislam. Selain pada Al-Fatihah, banyak sekali dalam Al-Quran menerangkan Kasih dan Sayang entah kepada siapapun dan bagaimanapun bentuk perwujudnya. Yang terpenting adalah Kasih dan Sayang tetap kita sebarkan, sehingga mengena kepada siapapun itu.

Cinta dan kasih sayang bukan hanya sekedar kata yang keluar dari mulut begitu saja, tapi juga memiliki makna dan filosofi yang amat mendalam dan bagi sebagian orang sulit untuk melakukannya. Keduanya menembus dimensi ruang dan waktu manusia agar dapat mengenali rasa yang sesungguhnya.

Semua yang berlandaskan cinta, maka output-nya adalah rasa kasih sayang itu sendiri. Terkadang cinta juga memliki tingkatan yang berbeda antara manusia dengan Sang Pencipta, juga antara manusia dengan sesamanya, maupun makhluk lainnya. Namun tetap saja semua cinta jika ditelusuri secara mendalam, semuanya akan bermuara kepada satu cinta yaitu cinta kepada Allah Yang Maha Esa. Jika semua muslim atau semua orang di muka bumi menerapkan prinsip cinta yang seperti itu, niscaya kedamaian dan seluruh kebaikan di muka bumi akan tersebar. Tidak akan ada perilaku suudzon, saling caci maki, saling menghina dengan menyebarkan ujaran kebencian maupun yang lebih buruk lagi yakni perang saudara. Pasti nanti yang akan terjadi hanya husnudzon, saling tolong menolong, toleransi, gotong royong dan segala kebaikan yang saat ini hampir punah di muka bumi. Dengan begitu, indahnya cinta dalam islam akan memberikan kedamaian di muka bumi.

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *