Filosofi Laqob (Julukan) Bagi Santri

Oleh: Mukhammad Ilyas

Laqob atau julukan sudah sangat melekat bagi kalangan santri,hal ini terjadi biasanya dilatarbelakangi karena keunikan karakter santri maupum bentuk fisiknya hal ini merupakan hal yang lumrah dikalangan pesantren apalagi pesantren yng berbasis tradisional (salaf), Untuk mengisi waktu luangnya para santri biasanya mengisi dengan bercanda gurau,karena para santri biasanya tidak bisa memegang alat teknologi yang terkadang banyak digunakan pada kemudharatan atau kemaksiatan khususnya bagi para remaja.dalam pembahasan kali ini saya akan membuka aib para santri, heheh.

Berikut merupakan laqob-laqob yang sering dipakai dikalangan santri:

  1. Mayyit

Dalam Kbbi mayit atau diartikan sebagai orang yang baru saja meninggal. Namun beda halnya dengan para santri, mayit sering dikonotasikan sebagai orang kebluk atau santri yang sulit dibangunkan ketika tidur. Maka dari itu jika ada santri yang sudahi dilaqobi atau dijuluki mayit maka sudah jelas karakter santri tersebut suka tidur.

  1. Misbah (lampu)

Misbah dalam bahasa arab jika diartikan maka bermakna lampu,misbah senidri merupakan kalimat isim yang menunjukan kata benda. Bagi masyarakat awam jika seseorang berlaqob misbah maka akan menjadi hal biasa bahkan bisa dikatakan laqob estetik.  Hal tersebut akan bertentangan bagi kalangan  santri, karena biasanya mereka yang menyandang gelar misbah memiliki paras wajah yang hitam, hal tersebut merupaka kata sarkasme dari kata “misbah” yang berarti lampu yang mengeluarkan cahaya. Nha biasanya bagi mereka yang sudah mendapat gelar “misbah” biasanya akan berlomba-lomba  bukan dalam hal kebaikan, akan tetapi berlomba-lomba unuk memborong berbagai macam skincare seperti Ms.glow dll.

  1. Khunsa

Sama halnya dengan misbah, “khunsa” diambil dari bahasa arab yang memiliki arti orang yang memiliki dua kelamin atau dalam bahasa biologinya yaitu hemafrodit, biasanya mereka yang menyandang gelar tersebut memiliki karakter yang agak nyleneh. seperti suka menonton drakor yang biasany menjadi tontonan kaum hawa atau memiliki sifat endel seperti halnya perempuan.

  1. Laimun (pelaku pembulian)
Baca Juga:   Menelisik Sejarah Kota Bumi Wali (Tuban) di Jawa Timur

Laim sendiri di ambil dari kalimat isim fa’il yang memiliki arti pelaku pembulyan. Biasanya yang mendapat gelar tersebut memiliki karakter lambe lamis  atau sifat orang ying tidak bisa menjaga rahasia dan cenderung julid.

  1. Syubhat (tidak jelas)

Kalau dalam ilmu fiqh syubhat sendiri merupakan nama pada barang atau uang yang kepemilikanya tidak jelas atau dalam segi hukumnya samar-samar antara haram dan halal. Namun beda halnya dengan santri syubhat merupakan sebuah laqob atau julukan bagi orang yang tidak memiliki semangat dalam belajar atau dalam bahasa jawa timuranya “kowah-kowoh” cenderung mereka yang menyandang julukan tersebut merupakan karakter orang yang tidak mempunyai semangat hidup,bisa disebut subhat karena kehidupanya tidak jelas sama halnya dengan subhat dalam segi hukumnya tidak jelas.

Itulah macam-macam laqob yang masyhur di kalangan pesantren,jika ada sanak saudara atau teman anda yang termasuk dalam kategori julukan diatas, maka sudah dipastikan orang tersebut memiliki sifat yang sudah dijelaskan diatas.

 

Share:

Dawuh Guru

Merawat Tradisi, Membangun Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.