Dimensi Keilmuan Kiai Abdul Ghofur

Dalam rangka wisuda yang ke VIII Institut Pesanten Sunan Drajat Lamongan (INSUD) pengasuh menyampaikan harapan baru kepada semua para wisuda dan para santri, juga para wali wisuda kedepan harus membuat negara pondok, maksudnya apa, semua pegawai dari setiap lini mulai dari kades sampai Presiden itu semuanya harus dari para santri, karena pesantren mempunyai kualitas itu, pendidikan terbaik itu adalah pendidikan pesantren karena diajari dengan berbagai dimensi keilmuan ini merupakan contoh pendidikan yang sempurna, mahasiswa wajib ikut pengajian Ihya’ Ulumuddin yang diasuh oleh Beliau bahkan ini dibuat untuk syarat pengambilan ijasah karena ini yang lebih penting kelimuannya, kata beliau Kiai Abdul Ghofur.

Kiai Abdul Ghofur menekankan kepada semua alumni untuk berjuang di masyarakat, berjuang melalui pendidikan, para alumni wajib mendirikan TPQ, Madrasah Diniyah Madrasah Ibtida’iyah dan kalau perlu semua harus membuat Pesantren di desanya masing-masing, minimal harus menjadi contoh di masyarakat bawasannya santri itu tidak hanya dibekali ilmu agama saja tetapi juga bagaimana bersosial di masyarakat, santri juga pandai bekerja.

Setelah pengasuh memberikan sambutan dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, M.Pd., Mantan Rektor Uin Maulana Malik Ibrahim Malang, beliau ini juga sudah dikukuhkan menjadi keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat, karena sewaktu masih menjadi Rektor beliau juga sering mengundang Kiai Abdul Ghofur untuk mengisi Kuliah Umum, untuk menambah bekal kepada mahasiswa UIN Malang, dalam orasi ilmiahnya Prof. Imam memberikan beberapa uraian.

Sebenarnya tadi saya sudah bilang ke yai Ghofur, aku gak usah cerah, aku bukan seorang Kiai atau mubaliq, saya itu sering sekali mampir di Pondok Sunan Drajat, ketika ada acara apa saja di wilayah Tuban, Lamongan pasti saya menyempatkan mampir, tetapi terkadang langsung balik karena Kiai Ghofur sedang tidak di rumah, karena Sunan Drajat ini ibarat sudah seperti rumah saya sendiri, beliau Kiai Ghofur ini sangat luar biasa dan sangat istimewa dihati masyarakat, bahkan dulu ibu nyai meninggal itu saya datang, 7 harinya saya juga datang, 40 harinya saya juga menyempatkan datang di 100 harinya saya juga datang, malahan saya disuruh ngisi mauidhoh, saya masih sedikit ingat isi mauidhoh yang dulu saya sampaikan, saya menyampaikan bahwa bu nyai itu orang yang luar biasa kenapa tidak, beliau tiap hari ngurusin santri pulang umroh dipanggil kehariban illahi robbi, jelas-jelas orang pilihannya Allah SWT, saya yakin Beliau insyallah husnul khotimah, yang mendoakan ribuan santri juga para masyarakat, kalau Kiai belum tentu bisa pulang umroh dipanggil Allah, pesan saya yang kedua kepada Kiai Ghofur, Kiai harus sabar karena kematian itu hal yang lazim, justru yang tidak lazim adalah yang tidak meninggal, maka bersabarlah dan semoga semua keluarga yang ditinggalkan kuat dan dirahmati Allah SWT.

Setelah tadi saya keliling-keliling bersama rombongan, Kiai Ghofur bilang pesantren Sunan Drajat ini memiliki kurang lebih 140 KM2 Luas tanah dan bangunan, sebagian di tempati oleh pabrik dan juga berbagai macam jenis usaha-usaha, ada Pabrik Posfat, Air Mineral, Penggilingan Dolomit, Peternakkan, Garam dan lain-lain, saya yang sudah profesor seperti ini, tidak sehebat Kiai Ghofur karena mampu membiayai semua pendidikan di pesantren tanpa minta bantuan dari negara dan gedung-gedung yang tinggi bagus ini juga dengan biaya sendiri, maka ini adalah bentuk usaha yang sangat luar biasa, beda sekali kalau dibandingkan pendidikan yang dinaungan negara terutama universitas negeri, kalau ada universitas negeri tidak berkembang dan tidak maju ini pasti ada yang salah dari pengelolanya karena semua sudah di backup oleh negara, mulai dari gaji, pembangunan gedung dan semua ditanggung oleh negara maka ketika ada Universitas Negeri yang tidak maju-maju pasti rektor dan pemimpinnya kurang cerdas.

Kiai Abdul Ghofur ini adalah ilmuan yang lengkap, selain beliau adalah seorang Kiai, beliau juga ahli dalam bidang Pertanian, Ahli dalam bidang Agrobisnis, Ahli dalam pemerintahan dan politik beliau juga mampu menjadi Tabib bahkan sampai sekarang masih aktif berceramah kemana-mana keliling desa-desa, kota-kota juga sering keluar negeri , dimensi kelilmuan beliau wajib diabadikan dalam sebuah nama yang bisa dikenang oleh semua masyarakat terutama wilayah jawa timur, karena peran sosialnya terhadap perkembangan zaman sangat luar biasa mampu membawa paradigma pendidikan maju dan berkembang, maka saya punya usul untuk kedepan setelah Program pasca Sarjana ini turun harapan saya kedepan Insud harus berganti menjadi universitas, karena saya merasa Pesantren Sunan Drajat ini mampu dan bisa mengaplikasikan bentuk dari pada paradigma pendidikan modern, barangkali bisa dipakai pertimbangan saya punya usul bagaimana kalau nama universitasnya menggunakan nama Prof Dr. KH. Abdul Ghofur, sahut Prof Imam Suprayoga disambut dengan tepok tangan para wisudawan dan wisudawati serta para tamu undangan.

Prof. Imam Menambahkan, pesantrennya nanti tetap menggunakan nama Pondok Pesantren Sunan Drajat tetapi Universitasnya jangan, karena Sunan Drajat sudah 600-700 tahun yang lalu dan sekarang bisa dikenang maka untuk Universitasnya menggunakan Universitas Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur ini lebih bagus karena untuk mengenang 600 tahun yang akan datang nama univesitas ini akan lebih dikenang dan dikenal dengan dimensi kelilmuan seorang Kiai Abdul Ghofur, dan ini bukan Universitas yang pertama karena di Jakarta ada Universitas Prof. Dr Hamka, di Jogja juga ada maka di Jawa Timur ada Universitas Prof. Dr. KH Abdul Ghofur, ini sangat layak sekali, nanti akan saya bantu dari semua perizinan bertepatan yang menjadi pengurus itu adalah mantan murid saya dulu sambil tertawa dan bercanda “Uang Punya, Gedung Punya, Sarana Lengkap, nanti biar datang ke Sunan Drajat dengan membawa izin”..

Saya sudah keliling-keliling dunia, kemarin habis dari Malaysia, Moscow, Berlin, Columbia, Prancis, Banglades, Selandia baru, Jepang masih banyak lagi, gerilya saya ini untuk belajar untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia karena saya lihat di negara-negara tertentu itu masih juga ada negara yang pendidikannya justru lebih baik di Indonesia, maka dalam pandangan kacamata saya seharusnya pendidikan di Indonesia harus mampu merubah mensite yang sekarang ramai berlomba-lomba menyekolahkan anak didik ke luar negeri sekarang harus dicoba orang-orang luar negeri harus belajar di Indonesia, karena pendidikan di Indonesia ini sangat lengkap, dimensi keilmuannya lengkap, maka nanti Sunan Drajat harus mampu menarik minat sehingga santri nanti tidak hanya dari Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya tetapi kedepan santri dan mahasiswanya harus dari Jepang, Australia, India Cina, dan negara eropa dan juga Amerika latin, ini adalah bentuk daripada perubahan iklim pendidikan yang harus dikembangkan.

Harapan saya pesantren ini terutama Univesitas harus segera terealisasikan karena ini adalah bentuk dari apresiasi untuk pesantren Sunan Drajat yang selama ini berjuang mendidik para generasi bangsa, pesan saya untuk para wisudawan dan wisudawati setelah ini kalian semua harus berjuang dimasyarakatnya merintis dan meneruskan perjuangan para ulama’ para kiai, para wali untuk selalu berjuang diagama Allah Swt, baik dalam pendidikan, sosial budaya atau yang lainya, jangan sampai setelah purna kalian menjadi pengangguran, karena kalian sudah dibekali oleh Kiai Ghofur dengan ilmu agama.

Selamat dan Sukses untuk semua para wisudawan dan wisudawati Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang ke VIII, semoga ilmua kalian bermanfaat. Amiiin.

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *