Buku Kitab Medsos: Rujukan Bagi Santri untuk Menjadi Kreator Konten

Sinopsis

Kemauan belajar tinggi yang dimiliki santri akan relevan dengan kondisi saat ini yang menuntut santri untuk berdaptasi dengan zaman. Belajar cepat dengan situasi kondisi perubahan nasional serta global akan teknologi yang kita sebut revolusi industri 4.0. Pesantren yang memiliki sistem edukasi tradisional dihadapkan dengan sistem pembelajaran modern menggunakan media sebagai alat, agar ilmu pengetahuan tersamapaikan dengan tepat dan cepat kepada para santri di pesantren untuk belajar. KITAB MEDSOS : Rujukan Bagi Santri Untuk Menjadi Kreator Konten jilid 1, yang disusun oleh Arus Informasi Santri Nusantara ini dapat menjadi buku saku bagi siapa saja yang ingin menjadi kreator konten viral tanpa kontroversial.

 

Sambutan Direktur PD Pontren KEMENAG RI

Buku Kitab Medsos - Dawuh Guru

Santri merupakan orang yang mendalami ilmu agama Islam, juga orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh. Penyebutan santri selama ini diperuntukkan kepada orang-orang yang mendalami atau mempelajari agama Islam di pondok pesantren. Namun seiring berkembangnya kajian intelektual, banyak tokoh memberikan pendapat bahwa santri tidak hanya orang yang mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren, seperti dawuh Gus Mus bahwa santri adalah alladzina yandhurunal ummah bi aynirrahmah, mereka yang memperhatikan umat dengan pandangan ramah, kasih sayang. Dalam konteks bermediapun seorang santri tentu harus memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, menciptakan serta membagikan konten atau narasi baik yang rahmatan lil’aalamin.

Kemauan belajar tinggi yang dimiliki santri akan relevan dengan kondisi saat ini yang menuntut santri untuk berdaptasi dengan zaman. Belajar cepat dengan situasi kondisi perubahan nasional serta global akan teknologi yang kita sebut revolusi industri 4.0. Pesantren yang memiliki sistem edukasi tradisional dihadapkan dengan sistem pembelajaran modern menggunakan media sebagai alat, agar ilmu pengetahuan tersamapaikan dengan tepat dan cepat kepada para santri di pesantren untuk belajar.

Mendalami lietrasi saat ini tidak hanya secara tekstual. Literasi digital juga harus dipelajari oleh santri sekaligus siapa saja yang berada di pesantren untuk melihat perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus teknologi secara bersamaan. Kini santri dituntut untuk memiliki kemampuan melek litereasi digital. Tujuannya sebagai bekal ilmu bagi santri agar tidak mudah percaya berita bohong (hoax), terpapar radikalisme dan segala hal negatif yang bersumber dari internet. Sebab kemampuan melek lietrasi digital di era banjirnya informasi ini akan membantu seseorang untuk menyaring segala informasi yang didapat dengan baik, kritis akan sebuah informasi dan tidak mudah terprovokasi.

Selain menjadi pengguna (user) di media sosial, seorang santri juga bisa berperan menjadi subjek aktif untuk menciptakan (create) konten atau narasi positif agar lingkungan virtual menjadi lebih positif. Menciptakan lingkungan virtual yang ramah bagi siapa saja, tidak dipenuhi dengan informasi bohong dan provokatif. Santri harus memiliki andil untuk berperan dalam era digital sebagai pencipta yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Adanya buku “KITAB MEDSOS” yang disusun oleh komunitas pegiat media literasi digital santri, Arus Informasi Santri Nusantara (AIS Nusantara) ini merupakan bentuk ikhtiar santri untuk mengajak semua kalangan agar memiliki kemampuan melek literasi digital dengan baik, terutama bagi santri yang ingin menjadi seorang content creator yang bermanfaat.

Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag

Direktur PD Pontren KEMENAG RI

 

Deskripsi Buku Kitab Medsos

Judul Kitab Medsos: Rujukan Bagi Santri untuk Menjadi Kreator Konten
Penulis Tim AIS Nusantara
Penerbit Dawuh Guru
Cetakan Jilid 1, Desember, 2021
Tebal vi + 97 hlm
Ukuran 14.8 x 21 cm
Kertas Bookpaper
ISBN 978-623-6782-34-7
Harga Tidak Diperjualbelikan

Share:

Dawuh Guru

Merawat Tradisi, Membangun Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.