Berita Dari Paris Van Java

Berita Dari Paris Van Java - dawuh guru

Oleh : Ramdhani Sastra Negara

“Kualitatif merupakan teknik yang umum dalam proses upaya wawancara, kalau zaman now tidak begitu Ali…. “, ujar Bang Juki sambil menyodorkan kopi. “purposive sampling”, di mana orang-orang yang diwawancara atau dokumen yang dijadikan bahan analisis sengaja dipilih untuk alasan-alasan yang terkait dengan bahan penelitian.

Ali terkejut mendengar apa yang dipaparkan oleh Bang Juki, pemred di ruang pantry kantor. Analisis visual, melainkan analisis teks yang nampak secara verbal. Tak lagi pendekatan empiris, yang bisa digunakan sebagai mekanisme pada suatu berita.

Suasana ruang pantry mendadak berubah seperti ruang berdebat. Bang Juki tak berhenti dalam memberikan nasehat kepada Ali dengan sangat antusias. “Kita jangan sampai merubah arah cita-cita dalam waktu singkat. Hanya karena uang!!!” tegas Bang Juki.

Kepulan asap rokok saling beradu dengan kepulan aroma kopi. Pertengkaran pemikiran antara Bang Juki dan Ali hingga larut malam, sampai-sampai ruangan kantor sudah sepi, karena pegawai lain sudah berpamitan lebih dulu.

“Mahayunan Ayuna Kadatuan” celetuk Bang Juki. Membangun kebahagiaan lahir batin. Kemudian Bang Juki bercerita tentang sejarah Keraton Surawisesa, yang dibangun oleh Raja Niskala Wastukancana.

Karena apa yang sedang menjadi penelitian Ali berkaitan dengan konteks sosial-budaya tanah sunda. “Jadi, intinya apa Bang Juki?”, sambung Ali sambil meneguk kopinya dan menyulutkan sebatang rokok kretek.

“Jadi, begini maksud saya… membangun kebahagiaan lahir batin dengan berbuat kebajikan atau kebaikan demi kemakmuran” jelas Bang Juki lalu menepuk bahu Ali dan meninggalkan seorang diri di ruang pantry.

Ali merenungkan segala hal yang tadi dibicarakan dengan Bang Juki. Kemudian Ali menatap ke arah luar jendela. Nampak gedung-gedung tinggi yang seakan menusuk langit dan pantulan kilauan lampu-lampu kota menjadi serupa lukisan cahaya yang menghibur mata hatinya.

Kalau hidup di Jakarta sangatlah tidak mudah dan tak boleh gampang menyerah. Apalagi, pekerjaan Ali sebagai jurnalis muda jelas akan menghadapi banyak rintangan dan halangan.

Sayangnya, di kalangan masyarakat awam dan elite Sunda sendiri kurang menyadari potensi dan kekuatan budayanya, pikir Ali lalu mengepulkan asap rokoknya. Matanya terasa pedih. Sepedih hatinya yang menahan kerinduan kepada Dawiyah, kekasihnya yang sudah dua bulan tak ditemuinya. Karena Ali sedang fokus dengan penelitiannya tentang Priangan, sebuah istilah yang sudah akrab dengan suku bangsa yang biasa disebut orang Sunda. Bahwa pusat Tanah Sunda di Priangan. Oleh karena itulah kota provinsi Jawa Barat dijuluki “Paris Van Java”.

M. Tirtoadisoerjo atau Ki Hadjar Dewantara, seorang wartawan modern, yang menarik perhatian karena lancarnya dan tajamnya pena yang ia pegang”, tulis Ali pada catatan kecil bersampul gambar logo band rock Rolling Stone.

Konglomerasi media dan korporatisasi media merupakan kecenderungan yang mendorong pertumbuhan dalam bisnis media. Hal, inilah yang membuat Ali merasa tertekan. Karena biar bagaimanapun, selama ini Ali sudah dihidupi dari uang yang diterimanya pada setiap bulan dari kantor media tempatnya bekerja.

“Seandainya saja aku tak berpikir, kalau profesi ini adalah caraku untuk menikmati kebahagiaan. Sudah pasti aku tak perlu mencari kebahagiaan di pekerjaan lain” keluh Ali lalu meneguk kopinya yang telah dingin.

 

Tangerang Selatan, 26 September 2021.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *