Antara HBO dan Magnet Rezeki

H. Suradi, SE, MM mengungkapkan TOMR (Training Online Magnet Rezeki) ini menyadarkan kembali untuk lebih dekat keluarga yang selama ini banyak waktu yang kita habiskan untuk selain keluarga. Selain itu semakin lebih dekat dengan Allah dengan sentuhan-sentuhan spiritual yang bersumber pada ajaran Islam yang tertuang dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah. Menjadi tujuan bersama dalam menjalani hidup dan kehidupan ini mewujudkan _balance of life_ dengan habluminnas dan habluminallah.

Dalam uraian di atas menjelaskan bahwa dekat dengan keluarga adalah hal yang sangat diutamakan. Seketika seseorang menghadapi kesulitan dalam hidup, maka tak baik baginya untuk melampiaskan kemarahan pada anak. Pak Suradi pun menyebutkan dengan mengikuti komunitas TOMR serasa mampu semakin dekat dengan Sang Pencipta. Hubungan baik yang terjalin sesama manusia akan mengantarkan pada sebutan hablumminannas dan rutinitas beribadah pada Allah yang baik akan mengantarkan pada sebutan habluminallah.

TOMR ini merupakan sebuah training yang diprakasai oleh Pak Nasrullah. Selama belajar ilmu MR (Magnet Rezeki) selama dua bulan, para peserta wajib membuat laporan rutinitasnya, seperti laporan pelaksanaan duha, tahajud, dzikir pagi dan sore dan lain sebagainya. Dalam ilmu magnet rezeki pun menyarankan agar terus dekat dengan Al-Qur’an dan hanya Allahlah sebagai tujuan akhir.

Seketika membaca artikel Pak Suradi, saya langsung teringat pada suatu komunitas para emak-emak yang satu sama lain saling mengingatkan untuk bershalawat bareng, mengaji bareng, dan sukses bareng. Komunitas tersebut yaitu HBO (Halaqoh Bisnis Online) yang mana foundernya adalah Nisaul Kamilah, seorang Bu Nyai pondok, yang biasa disapa dengan sebutan “Ning”.

Najhaty Sharma mengemukakan pendapat nya tentang HBO, dia mengungkapkan dengan ungkapan “Saya selaku alumni HBO telah merasakan keunikan dalam bermuasyaroh dengan sosok Ning Mila yang selalu mengaitkan keberkahan rejeki dengan muamalah dan dakwah, bisnis bukan hanya mencari uang, tapi juga ibadah dan ladang pahala. Bisnis bukan semata bercapek-capek ria dari pagi hingga petang, tapi juga mencari Ridho Allah dengan Rizki yang halal. Bisnis juga wasilah bagi para enterpreneur untuk menjadi manusia lebih manfaat, manifestasi dalam hadis “khoirunnas anfa’uhum linnas”
Ketika memasuki dunia rumah tangga, Ning Mila yang telah menjadi dosen di salah satu universitas ini memilih jalan resign demi menemani suaminya mengasuh pesantren dan mendampingi balita yang kala itu telah lahir tiga buah hati, menyusul lahirlah buah hati yang kelima.”

Pilihan resign Ning Mila dari posisi dosen sama halnya pilihan resign Bunda Yuni, istri Pak Nasrullah, dari jabatan PNS nya. Jika Ning Mila lebih memilih menemani suami dalam mengurus pesantren dan sekaligus berbisnis, begitu pun Bunda Yuni lebih memilih mengasuh keenam anaknya dan menemani suami dalam berbisnis. Resignnya kedua sosok perempuan hebat ini adalah merupakan pilihan yang tepat pastinya, karena lebih memilih waktu untuk lebih dekat dengan keluarga.

Ada keunikan di antara kedua komunitas ini. Yaitu mengedepankan urusan akhirat dari pada urusan dunia. Kedua foundernya ini adalah dua orang yang berbeda, jika founder Magnet Rezeki seorang laki-laki yang kelahiran tahun 1978, beda dengan founder HBO, seorang prempuan yang masih lebih muda yang lahir di tahun 1984. Luar biasa keduanya, mampu mengubah pemikiran pembisnis. Yang awalnya pemikiran kapitalis menjadi pemikiran agamis.

Jika di komunitas MR membaca Al-Ma’surat adalah bacaan dzikir pagi dan sore yang diterapkan di sana. Namun, di komunitas HBO sangat dianjurkan untuk membaca wirdul Latif yang ada di buku khulasotul madad.

Wirdul-Latif adalah satu dari susunan wirid dan zikir oleh Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Selalunya ia dibaca berseorangan pada waktu pagi dan petang. Seperti karangannya yang lain, Imam Haddad menguatkan wirid ini dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadis.

Tak ada hal yang salah dalam kedua komunitas itu dalam hal dzikir pagi dan petang, yang salah hanyalah bagi mereka yang tak pernah dan tak ada keinginan berdzikir di hatinya dalam setiap waktu yang dilalui.

Saya sebagai alumni kedua komunitas itu, sangat bersyukur pada Allah, karena Dia telah mempertemukan saya dengan mereka orang-orang baik yang selalu mengajak kebaikan, mengedepankan kebahagiaan hati, menjunjung tinggi ajaran Illahi Rabbi yang dibawa oleh utusan Illahi.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *