Amalan Berdagang Agar Barokah Dari Al-Habib Abdul Qodir Bin Zaid Ba’abud

Oleh: Aqib Muhammad Kh

Sebelum saya paparkan bacaan amalan yang diberikan oleh al-Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud pada salah satu ceramah beliau, akan saya ulas terlebih dahulu makna barokah.

Kita sering mendengar kata-kata barokah, berkah, berkat di telinga kita. Namun, apakah kita tahu apa makna barokah?

Secara etimologi, barokah adalah nikmat. Kalau dalam al-Qur’an dan Sunnah, dimaknai ziyadatul khoir, tambahnya kebaikan. Artinya, kebaikan kita abadi. Salah satu contoh, kamu memberi kekasih al-Qur’an, lalu dibaca sampai akhir. Setelah itu, kekasihmu memberikan al-Qur’an itu pada orang yang lebih butuh, begitu seterusnya. Nah, ini barokah. Namun itu hanya reka-reka. Barokah atau tidaknya pekerjaan adalah hak prerogatif Allah Swt, bukan soal dhonn(praduga) manusia.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yang disadur oleh Imam Zarnujy di dalam kitab Ta’lim Muta’allim: “Betapa banyak amalan yang seakan-akan tampak seperti amalan duniawi, tapi menjadi amalan akhirat sebab baiknya niat. Betapa banyak amalan yang tampak seperti amal akhirat, tapi menjadi amal dunia sebab buruknya niat.”

Jadi, barokah itu lingkup Allah Swt. Praduga manusia itu hanya tanda-tanda barokah. Fifthy-fifthy. Kalau orang sering berbuat baik, maka 90% dia khusnul khatimah.

Kata Habib Abdul Qodir bin Zaid  Ba’abud: “Ijazah ini diberikan oleh Habib Ahmad bin Husain Ba’abud. Beliau berkata, doa ini adalah doa yang sering diamalkan oleh para Habaib.”

” اللهم اني اسألك صحة في التقوى، وطول عمر في حسن العمل، ورزقا واسعا لا تعذبني عليه.”

“Wahai Tuhanku, aku meminta kepada kepadamu (nikmat) sehat untuk bertakwa, umur yang panjang dalam (keadaan) beramal baik, dan rezeki yang banyak, yang tidak mencelakakanku.”

Doa ini dibaca sebelum menanam apapun. Entah menanam padi, jagung, kacang, dan lain-lain. Juga bisa dibaca sebelum membuka warung, perusahaan, dan lain-lain.

“Doa ini adalah jimatnya para habaib,” ujar Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud. “Banyak orang-orang awam yang bertanya kepada para habaib: “Mengapa mereka banyak yang kaya raya, padahal kerjanya tak seberapa keras?”

“Nah, doa ini jawabnya,” sambung Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud.

Ijazah ini didapat oleh Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud dari guru-guru beliau yang berada di Yaman. Sudah lazim, banyak habaib-habaib yang belajar ke Yaman. Karena Yaman adalah kota seribu wali. Di sana banyak wali-wali quthb zaman(pemimpin para wali di zamannya), seperti Imam Sayyidina Muhajir Ahmad bin Isa, Sayyidina Faqih al-Muqoddam, Habib Abdurrahman bin Muhammad as-Seggaf, Habib Abdullah bin Abu Bakar al-Aydrus, Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Atthos, Habib Abu Bakar al-Adny, Syekh Abu Bakar bin Salim, Habib Abdullah bin Alwy al-Haddad, Habib Umar bin Abdurrahman al-Atthos, dan masih banyak lagi, yang semuanya adalah para wali-wali Allah Swt yang mempunyai kedudukan tinggi dan luhur.

Itulah sekelumit ijazah yang diberikan oleh Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud dalam salah satu ceramah beliau. Semoga semua hajat dan kebutuhan kita kabul berkat Rasulullah Saw, para wali-wali Allah Swt.

عباد الله رجال الله # اغيثونا لأجل الله

وكونوا عوننا لله # عسى نخظى بفضل الله

“Wahai hamba-hamba Allah Swt, wahai wali-wali Allah # Tolonglah kami karena Allah Swt

Bantulah kami karena Allah Swt # agar tercapai (semua hajat kami) karena anugerah Allah Swt.

وما توفيقي الا باالله العلي العظيم

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *