Aliran-Aliran Yang Berkomentar Mengenai Pelaku Dosa Besar

Table of contents: [Hide] [Show]

Sebagaimana sudah dipaparkan bahwa permasalahan kalam yang awal muncul merupakan permasalahan siapa yang kafir serta siapa yang bukan kafir, dalam makna siapa yang sudah keluar dari Islam serta siapa yang menetap dalam Islam. Perkara ini setelah itu menjadi wacana pembicaraan aliran- aliran kalam yang terdapat dengan konotasi yang lebih universal, yaitu status pelaku dosa besar. Pandangan yang digunakan tiap aliran nyatanya mengungapkan pemikiran tiap- tiap tentang status pelaku dosa besar. Berikut pemikiran mereka:

1. Aliran Khawarij

Tokoh-tokoh utama Khawarij antara lain:
• Urwah bin Hudair
• Mustarid bin Sa’ad
• Hausarah al-Asadi
• Quraib bin Maruah
• Nafi’ bin al-Azraq
• Abdullah bin Basyir
• Najdah bin Amir al-Hanaf

Karakteristik yang paling terlihat dari aliran Khawarij merupakan sifat ekstremitas dalam memutuskan masalah- persoalan kalam. Ekstremitas di atas di samping didukung oleh sifat kerasnya yang dibentuk oleh keadaan geografis gurun pasir, juga dibentuk di atas dasar uraian tekstual atas nash- nash Al- Quran serta Hadist. Tidak heran bila aliran ini mempunyai pemikiran ekstrim tentang status pelaku dosa besar. Aliran ini berpendapat bahwa orang- orang yang ikut serta dalam kejadian tahkim ialah Ali, Muawwiyah, Amr bin Ash, Abu Musa Al- Asyari merupakan kafir bersumber pada firman Allah pada surah Al- Maidah ayat 44:
“… Barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka seperti itu mereka orang kafir.
“Seluruh pelaku dosa besar, bagi seluruh subsekta Khawarij, kecuali Najdah kafir serta disiksa di neraka selamanya. Lebih keras dari itu, subsekta Khawarij yang sangat ekstrem, Azariqoh, apalagi memakai sebutan yang lebih” menakutkan” dari kafir, ialah musyrik. Mereka memandang musyrik untuk umat Islam yang tidak ingin ikut ke dalam barisannya. Pelaku dosa besar dalam pemikiran mereka sudah bergeser status“ keyakinannya menjadi kafir millah( agama), serta sudah keluar dari Islam. Kafir semacam ini akan kekal di neraka bersama orang- orang kafir yang lain.

2. Aliran Murjiah

Tokoh-tokoh utama Murji’ah antara lain:
• Abu Hasan ash-Shalihi
• Yunus bin an-Namiri
• Ubaid al-Muktaib
• Ghailan ad-Dimasqy
• Bisyar al-Marisi
• Muhammad bin Karram

Pemikiran aliran Murji’ tentang status pelaku dosa besar dari pengertian iman yang diformulasikan bagi tipe mereka. Sebab masing- masing subsekta Murjiah berbeda komentar dalam merumuskan definisi iman, pemikiran masing- masing subsekta tentang status pelakon dosa besar juga berbeda pula.
Secara garis besar, sebagaimana sudah diterangkan, subsekta Khawarij bisa dikategorikan ke dalam 2 jenis ekstrem serta moderat. Hanun Nasution membagikan gejala kalau subsekta Murjiah yang ekstrem merupakan mereka yang berpandangan kalau iman terletak di dalam kalbu. Ada pula perkataan serta perbuatan tidak selamanya ialah refleksi dari apa yang terdapat di dalam kalbu. Oleh sebab itu, seluruh perkataan serta perbuatan seorang yang menyimpang dari kaidah agama tidak dikatakan bisa mengganggu ataupun merusaknya, apalagi selamatnya masih sempurna di mata Tuhan.
Di antara golongan Murjiah yang berkomentar seragam di atas merupakan subsekta Al- Jahmiah, As- Shalihiah, serta Al- Yunusiah. berpandangan kalau iman terdapat lah tasdiq secara kalbu ataupun dengan ungkapan lain marifah( mengenali) Allah dengan kalbu; bukan secara demonstratif, baik dalam perkataan ataupun aksi. Oleh sebab itu, bila sudah beriman dalam hati, seorang di pandang senantiasa selaku seseorang mukmin sekalipun tingkah laku semacam Yahudi serta Nasrani. Perihal ini diakibatkan oleh kepercayaan Murjiah kalau iqrar serta” amal bukan bagian dari iman. Keyakinan kelompok Murjiah yang populer merupakan perbuatan maksiat tidak bisa menggugurkan metode, sebagaimana kepatuhan terhadap kufuran.

 

Share:

Ahmad Khoirur Rozi

MAHASISWA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.